Nilai Konservasi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Klikhijau.com - Belantara Foundation kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 3 (BLS Eps.3). BLS Eps. 3 merupakan kegi...

Nilai Konservasi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Bacakan Artikel

Tanpa kita sadari, penurunan biomassa yang sangat signifikan ini tentunya menimbulkan dampak dan kerugian yang sangat besar untuk seluruh makhluk hidup di bumi.

Keanekaragaman hayati merupakan hal vital untuk keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya saat ini dan di masa yang akan datang. Keanekaragaman hayati dapat memberikan manfaat ekonomi, dukungan fungsi ekologi, rekreasi, kultural, saintifik, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman hayati juga memiliki nilai intrinsik yang berhak untuk tetap hidup, walau tidak memberikan manfaat langsung bagi manusia. Kehilangan atau penurunan kondisi keanekaragaman hayati dapat membahayakan nilai dan fungsi tersebut, serta mempengaruhi kesejahteraan manusia.

Melalui BLS Eps. 3, diharapkan agar seluruh peserta yang terlibat (mahasiswa, peneliti, praktisi, swasta, jurnalis dan berbagai pemangku kepentingan lainnya) dapat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi untuk perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Momentum Hari Keanekaragaman Hayati sedunia tahun ini, kami manfaatkan untuk sharing knowledge kepada seluruh stakeholders dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem termasuk pelestarian keanekaragaman hayati, serta hubungannya dengan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan”, ujar Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna.

Dolly menegaskan bahwa upaya untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati bukan hanya tugas pemerintah saja, namun butuh dukungan aktif semua pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, serta dilakukan dengan pendekatan bentang alam.

Pada kesempatan yang sama, Anggota AIPI dan Direktur Pusat Studi Etika Lingkungan Universitas Nasional, Prof.Dr. Endang Sukara mengingatkan kita semua, bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat unik.

Bahkan sebagian besar endemik atau tidak dijumpai dimanapun kecuali di negeri kita. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengungkapkan potensi ekonomi keanekaragaman hayati terutama untuk bisnis farmasi multi miliar dolar.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menyadari pentingnya keanekaragaman hayati tidak hanya melindunginya tetapi yang lebih penting memanfaatkannya dan keuntungan bagi sebesar-besarnya bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kebijakan politik, investasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bioetika harus dijadikan instrumen utuh untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam pembangunan nasional,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur Daemeter Consulting, Aisyah Sileuw, M.Sc menyebutkan bahwa pendekatan Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi membantu untuk menyeimbangkan antara kegiatan pembangunan dan konservasi yang meliputi keanekaragaman hayati, jasa lingkungan dan juga kebutuhan sosial budaya masyarakat lokal.

“Jika dilakukan secara konsisten, seharusnya tidak ada lagi dikotomi antara pilihan pembangunan dan konservasi karena masing-masing tujuan akan terpenuhi” tandas Aisyah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2