Musim Hujan, Waspada Banjir dan Penyakit Musiman, Bagaimana dengan Virus Corona?

Klikhijau.com – Beberapa hari terakhir, curah hujan di sejumlah daerah cukup tinggi, termasuk di sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Seperti tahun-tahun sebelumnya, musim hujan men...

Musim Hujan, Waspada Banjir dan Penyakit Musiman, Bagaimana dengan Virus Corona?
Bacakan Artikel

"Bila kita beristirahat otomatis ada detox tubuh racun-racun kita keluar, kita olahraga menyehatkan membuat tubuh lebih bugar. Dan ingat harus tidur paling sedikit 5 jam optimal sampai 8 jam, harus beristirahat, kurangi begadang," jelasnya.

Banjir mengintai Makassar

Dari data Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika BMKG Sulsel, Curah hujan Dasarian II Desember 2020 diprakirakan dalam kategori Rendah - Sangat Tinggi.

Wilayah dengan curah hujan di atas 150mm/dasarian terkonsentrasi di pesisir Barat Sulsel, sedangkan curah hujan di bawah 51 mm/dasarian tersebar di bagian timur.

Wilayah Sulsel bagian barat meliputi Toraja, Enrekang, Pinrang, Sidrap, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba dan selayar.

Wiayah Timur meliputi Luwu, wajo, Bone dan sinjai. Sedangkan wilayah tengah dan utara meliputi Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar dan Jeneponto

Pada bulan Januari 2021 musim hujan diprakirakan memasuki fase puncak. Wilayah Sulsel bagian Barat memasuki kemarau sekitar bulan April/Mei 2021.

[caption id="attachment_18782" align="alignnone" width="621"]banjir musim Data BMKG Sulsel[/caption]

Sulsel memiliki awal musim kemarau yang berbeda di bagian sisi barat dan timurnya, wilayah timur sekitar bulan Juli/Agustus, sedangakn wilayah utara termasuk Non Zona Musim (Non ZOM).

Dalam pantauan Klikhijau, curah hujan sudah terjadi di sebagian wilayah di Sulsel, meski dengan intensitas berbeda. Namun, beberapa wilayah seperti Makassar, curah hujan mulai tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir.

Ainun Qalbi Muthmainnah dari Komunitas Zero Waste Makassar mengingatkan agar masyarakat dapat mengelola sampahnya secara benar agar tidak menjadi pemicu banjir.

“Sebenarnya sampah itu tidak akan jadi penyebab banjir, dengan catatan tidak dibuang sembarangan dan sebisa mungkin sampahnya bisa dikelola dan diolah. Lebih bagus lagi kalau bisa meminimalisir menghasilkan sampah,” kata Ainun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2