Menyambut Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2022

Klikhijau.com – Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day 2002) diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Februari. Peringatan ini ditetapkan berdasarkan penandatanganan Konvensi Lahan Bas...

Menyambut Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2022
Bacakan Artikel

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day 2002) 25 dan 26 Januari di beberapa kawasan konservasi Pulau Timor, Flores dan Rote.

Kegiatan yang dilakukan antara lain pengamatan satwa, eksplorasi mangrove, penanaman mangrove, dan bersih sampah (clean up day). Kegiatan ini di gelar di beberapa lokasi antara lain Cagar Alam Hutan Bakau Maubesi, Suaka Margasatwa Danau Tuakdale, Taman Buru Bena, Taman Wisata Alam Laut (Teluk Kupang, Tujuh Belas Pulau, Teluk Maumere), TWA Menipo, KEE Rote Ndao, Pantai Nunkurus dan Pantai Manikin (kawasan penyangga TWAL Teluk Kupang).

Kepala BBKSDA NTT Arief Mahmud menceritakan beberapa jenis burung air maupun burung migran yang dapat diidentifikasi oleh tim di area lahan basah tersebut antara lain raja udang, gajahan besar, trinil pantai, trinil ekor kelabu, ibis, kuntul, bangau, dan belibis.

Selain itu, dari aksi bersih sampah dapat terkumpul sekitar 90 Kg sampah anorganik (plastik) dengan rincian 50 Kg dari TWAL Teluk Maumere, 10 Kg dari CA Hutan Bakau Maubesi, 15 Kg dari TWAL 17 Pulau, dan 25 Kg dari area Pantai Manikin. Sampah plastik dari kemasan pembungkus selanjutnya akan diolah untuk menjadi Ecobrick.

Arief menjelaskan, pada Provinsi NTT yang merupakan wilayah kepulauan dengan bentang alam yang bervariasi dari perairan dangkal hingga pegunungan tinggi tidak terlepas dari keberadaan lahan basah. Beberapa kawasan lahan basah yang diketahui diantaranya hutan mangrove, delta, muara sungai, sungai, pantai berlumpur (mudflat), pesisir, danau, dan terumbu karang.

Sebagai contoh interaksi erat antara lahan basah dengan satwa dapat dijumpai pada kawasan pesisir dan atau mudflat dengan burung air dan burung migran. Sejalan dengan agenda Asian Waterbird Census yang tujuannya adalah mendorong kepedulian masyarakat terhadap lahan basah dan burung air, maka Balai Besar KSDA NTT melaksanakan pengamatan terhadap burung air atau burung migran pada beberapa lokasi.

Keberadaan lahan basah vital bagi ekosistem termasuk kehidupan manusia diantaranya sebagai penyimpan karbon, sumber air, sumber pangan, jalur transportasi, penyokong perekonomian, mengurangi risiko bencana alam, dan sumber keanekaragaman hayati.

"Lahan basah di Nusa Tenggara Timur telah jelas dan nyata menjadi penyangga kehidupan manusia dan turut memastikan kesehatan ekosistem di Planet Bumi. Aksi merusak lahan basah dan perubahan iklim global telah mengancam keberadaan lahan basah. Oleh karena itu dalam peringatan Hari Lahan Basah Sedunia ini diharapkan semua pihak mencintai lahan basah dengan bersama-sama menghargai, mengelola, dan memulihkannya demi masa depan kita semua dan seluruh makhluk hidup," kata Arief Mahmud.

Selamat  hari lahan basah sedunia 2022!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2