Mengubah Kotoran Manusia dan Ternak Jadi Energi Listrik

Klikhijau.com – Energi listrik telah jadi kebutuhan penting. Kehadirannya menjadi penggerak roda kehidupan dan ekonomi. Sering kita jumpai keluhan jika listrik sedang padam. Itu artinya, listrik mu...

Mengubah Kotoran Manusia dan Ternak Jadi  Energi Listrik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dalam penelitiannya yang berjudul Kajian Potensi Limbah Kotoran Manusia Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Biogas di Kota Pontianak. Ia menemukan jika melalui proses anaerobic digestion, limbah kotoran manusia dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biogas yang selanjutnya biogas tersebut dimanfaatkan menjadi energi utama Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLT Biogas).

Australia manfaatkan kotoran ternak

Pemanfaatan kotoran sebagai energi listrik juga dilakukan di Australia. Bedanya, di Australia yang disulap jadi energi listrik adalah kotoran babi dan sudah berjalan, yang melakukannya adalah peternakan babi di bagian tengah Queensland.

Dengan menyulap kotoran babi menjadi listrik, peternakan tersebut bisa menghemat ratusan ribu dolar Australia setahun.

Energi yang dihasilakn cukup besar, yakni bisa memasuk aliran listrik ke 140 rumah. Peternakan Biloela memproses limbah cair kotoran ternak babi dan menghasilkan energi.

Kini peternakan babi tersebut tidak perlu lagi puyeng memikirkan biaya penerangan. Sebab dari kotoran babi yang mereka ternakkan, permasalahan listrik teratasi.

Babi-babi dipeternakan itu telah menjadi mesin penghasil listrik yang menyediakan pasokan listrik untuk seluruh ladang dan peternakan tersebut.

Laurie Brosnan, salah seorang peternak menjelaskan, ada sekitar 30 bangunan berbeda termasuk kantor dan beberapa gedung tambahan di peternakan tersebut mendapat pasokan listrik.

“Semuanya kami pasok listrik yang 100 persen dihasilkan dari peternakan kami sendiri," ujarnya.

Potensi kotoran babi cukup besar, sebab dalam sehari bisa menghasilkan 280.000 liter limbah cair yang berasal dari bakteri kotoran peternakan babi dan sapi.

Cairan itu kemudian dicampur dalam tangki besar, lalu diproses melalui pabrik biogas Biloela. Pembangkit listrik di peternakan tersebut telah lama.

“Telah berjalan selama enam tahun itu termasuk teknologi gas metan yang tergolong mahal. Namun pasokan aliran listrik yang dihasilkan itu kemudian dialirkan kembali ke seluruh pembangkit,” ungkapnya.

Di Australia, energi terbarukan itu menjadi lazim digunakan dalam industri peternakan. Seorang pakar lingkungan menguraikan jumlah ternak di Australia berpotensi menghasilkan 20 hingga 30 stasiun pembangkit tenaga listrik.

Penggunaan kotoran sebagai sumber energi listrik merupakan solusi untuk mengurangi penggunakan batubara dan minyak bumi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2