Lebih Akrab dengan Sirih Hutan dan Ragam Manfaat yang Dikandungnya

Klikhijau.com - Sirih hutan, yang menyandang nama ilmiah Piper aduncum merupakan tumbuhan yang di  beberapa negara dicap  sebagai gulma. Ia bisa menyebar dengan cepat. Tumbuhan ini juga juga dikena...

Lebih Akrab dengan Sirih Hutan dan Ragam Manfaat yang Dikandungnya
Bacakan Artikel

Menurut Nova, (2016) sirih hutan merupakan salah satu tumbuhan penghasil fungisida nabati. Daunnya dilaporkan mengandung alkaloid, polifenol, saponin, steroid, tanin, flavanoid, dan terpenoid.

Sedangkan buahnya menurut Arneti, (2012) mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid, fenolik, steroid, saponin, kumarin, dan dillapiole.

Sementara itu itu, air rebusan daun P. aduncum mampu menghambat pertumbuhan C. musae penyebab antraknosa (Mardiana, 2016).

Ekstrak tepung daun diyakini pula mampu menghambat pertumbuhan jamur Ganoderma boninense. Elfina et al. (2015) mengungkapkan bahwa pemberian ekstrak tepung daun tumbuhan ini dapat mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur C. capsici.

Navickiene et al. (2006) juga melaporkan bahwa minyak atsiri yang dihasilkan buah sirih hutan mampu mengendalikan jamur Cladosporium sphaerospermum dan memiliki efektivitas palin tinggi dibandingkan buah P. tuberculatum dan P. arboretum.

Pohon kecil

Sirih hutan merupakan pohon kecil atau semak yang dapat bertumbuh hingga setinggi 8 meter. Ia memiliki daun berbentuk bulat telur. Pada bagian ujungnya meruncing, sedangkan pangkalnya membulat. Pada tepinya rata, tangkainya berbulu halus, dan bunganya adalah majemuk.

Sementara itu, dilansir dari Pertanianku, sirih hutan mengandung banyak senyawa yang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Umumnya bagian yang  dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah getah yang jadi bagian dari batangnya.

Di bagian daunnya, tumbuhan ini mengandung minyak asiri, flavonoida, saponin, dan polifenol, dihydrocjacone, poperaduncin (A, B, dan C), serta 2’6’-dihidroksi-4’-metoksidihidroklakon (DMC), dan 2’,6’,4-trihidroksi-4’-meyoksidihidrokhalkon (asebogenin).

Di Indonesia, sirih hutan memiliki beberapa nama sebutan yang cukup beragam, mulai dari gedebong, seuseureuhan, atau sirihan.

Selain bermanfaat sebagai tanaman obat, sirih hutan juga bisa digunakan sebagai pestisida untuk mengendalikan hama ulat grayak dengan mortalitas sebesar 65 hingga 8,2 persen.

Penggunaan tanaman ini sebagai obat disinyalir tidak akan menimbulkan efek samping ataupun kontraindikasi.

Meski begitu, jangan gunakan tumbunan ini dalam dosis tinggi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri yang tidak diinginkan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2