Kunjungan ke Rawa Aopa, Kapus P3E Suma: Ekosistem Rawa Ini Harus Dirawat untuk Keberlanjutan

Klikhijau.com - Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si, mengunjungi Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Sulawesi Tenggara, M...

Kunjungan ke Rawa Aopa, Kapus P3E Suma: Ekosistem Rawa Ini Harus Dirawat untuk Keberlanjutan
Bacakan Artikel

Rawa Aopa juga merupakan habitat dari buaya air tawar. Selain itu Rawa Aopa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber mata pencaharian untuk mencari ikan.

Rawa Aopa dengan luas 11 ribu hektar dalam kawasan TNRAW menjadi muara dan pengatur siklus hidrologi bagi Sungai Konaweeha” pungkas Yudhi.

Sekilas tentang Rawa Aopa

Rawa Aopa merupakan cagar alam yang dilindungi, ini adalah tempat menarik dengan ekosistem yang merupakan gabungan antara hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana dan hutan rawa air tawar.

Taman Nasional Rawa Aopa telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dalam bentuk taman nasional sejak tahun 1990 melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 756/Kpts-II/1990 dengan luas 105.194 hektar.

Kawasan ini terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Konawe, Konawe Selatan, Bombana dan Kolaka Timur.

Dengan luas wilayah sekitar 1.050 km² dengan Ketinggian taman ini bervariasi di atas permukaan laut hingga ketinggian 981 m. Kawasan ini menjadi tempat perlindungan satwa-satwa langka dan endemik.

Dari berbagai sumber, tercatat ada 155 jenis burung dengan 37 jenis burung endemik dan 32 jenis burung langka. Hewan langka seperti Anoa, babirusa, buaya muara, rusa, musang sulawesi dan beberapa jenis primata seperti tangkasi dan monyet hitam juga terdapat di kawasan ini.

Selain satwa langka, kawasan ini juga memiliki 323 spesies tanaman. Banyaknya jenis spesies antara lain disebabkan oleh ekosistem yang bermacam-macam.

Selain itu, juga sebagai lahan untuk mencari nafkah penduduk yang berprofesi sebagai nelayan air tawar. Berbagai jenis ikan, mulai ikan gabus, pepuyu, bawung, nila dan sepat mereka tangkap dengan jala, bubu atau pancing.

Sementara rumput dan pandan baru dianyam sebatas tikar, belum banyak dikreasikan sebagai bahan kerajinan.

Oya, di sini juga tempat hidup bermacam jenis teratai, mulai teratai merah, putih, ungu hingga perpaduan beberapa warna sesuai cuaca. Ada yang mengapung dari jenis kiambang, ada yang tegak serupa anyelir.

Selain teratai, mata dimanjakan dedaun talas yang lebar, panda berduri, pudak hijau, rumput bulat, dan bunga bakung. Keindahannya sangat khas, tak pelak pastilah surga bagi Anda yang gemar traveling yang dipadupadankan dengan dunia fotografi.

Terdapat juga jenis primata yakni tangkasi alias tarsius spectrum dan monyet hitam (macaca nigra nigra). Ada juga satwa langka yang dilindungi, sperti anoa dataran rendah (babulus depressicornis), anoa pegunungan (babulus quarlesi), soa-soa (hydro saurus amboinensis), kuskus kerdil (strigocusvus celebensis celebansis), rusa (cervus timorensis djonga), dan banyak lagi.

Taman Nasional satu ini sepertinya layak dikunjungi bukan? Ayo ke taman nasional!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2