Kenali 5 Jenis Komposter untuk Tangani Sampah Rumah Tangga

Klikhijau.com – Sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga memiliki persentase yang cukup besar yakni di atas 60 persen. Dari jumlah ini, umumnya hanya terbuang begitu saja dan menumpuk di Tempa...

Kenali 5 Jenis Komposter untuk Tangani Sampah Rumah Tangga
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_20667" align="alignnone" width="318"]gerabah Gerabah - Foto/Dkwardani[/caption]



  1. Worm Bin



Komposter Worm bin dibuat dengan menggunakan cacing tanah sebagai media pengurai alami. Anda dapat menggunakan kotak plastik khusus yang ada penutupnya. Lalu, masukkan cacing tanah sebagai pengurai di dalamnya.

[caption id="attachment_20668" align="alignnone" width="448"]komposter cacing Sumber: Buckeye Organics dari Zeerowaste[/caption]



  1. Biopori



Metode biopori sebenarnya dibuat untuk mengurangi genangan air di halaman rumah. Namun, di sisi lain, biopori juga bisa jadi komposter alami. Lubang biopori yang dibuat secara rutin diisi sampah organik yang kemudian bisa dipanen sebagai pupuk alami.

Berikut cara memasukkan sampah organik di lubang biopori! Biopori dibuat dengan menggunakan pipa paralon, diameter 10 cm yang sisinya dilubangi kecil-kecil dan dimasukkan secara vertikal ke dalam tanah sedalam 80 hingga 100 cm.

[caption id="attachment_13084" align="alignnone" width="448"]biopori komposter Gambar lubang biopori-Foto/Ist[/caption]

Bahan-Bahan untuk komposter

Lalu, apa saja bahan-bahan untuk membuat pengomposan? Setidaknya ada 4 jenis bahan utama yang diperlukan antara lain: karbon (sampah coklat), nitrogen (sampah hijau), air, dan oksigen. Untuk hasil komposter yang optimal, skala perbandingan penggunaan antara sampah coklat dengan sampah hijau adalah 3:1.

Lalu, apa saja yang tergolong sampah cokelat?

Berikut beberapa jenis yang tergolong sampah cokelat:

  • Daun atau rumput kering

  • Serbuk gergaji

  • Serutan kayu

  • Sekam padi

  • Limbah kertas

  • Kulit jagung

  • Jerami

  • Tangkai sayuran

  • Dan lainnya


Apa saya yang tergolong sampah hijau?

Berikut beberapa contoh sampah hijau:

  • Sayuran

  • Buah

  • Daun atau rumput segar

  • Teh atau kopi

  • Kulit telur

  • Pupuk kandang (kotoran ternak ayam, itik, sambing, atau sapi).


 Apa  kunci sukses dalam komposter?

Setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kompos agar berhasil, antara lain:

- Oksigen harus cukup. Dalam hal ini wadah yang digunakan harus memastikan adanya oksigen yang masuk.

- Kelembaban Terjaga. Kelembaban penting agar pengomposan tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Juga agar ada keseimbangan antara material basah dan kering yang dimasukkan ke kompos. Hal ini penting, sebab bila terlalu kering atau padat bisa menghancurkan proses komposter. Sedangkan, bila terlalu basah bisa menimbulkan bau.

- Karbon dan nitrogen juga harus seimbang.

Itulah jenis-jenis komposter yang perlu diketahui, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2