Inovasi Dosen UMI: Mesin Pemeras santan dan Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Ekonomi PKK Bontolangkasa Gowa

Klikhijau.com – Kepala Desa Bontolangkasa Utara Muh. Ridwan menyambut Tim PKM Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang melakukan pengabdian yang bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Mandiri Masyarak...

Inovasi Dosen UMI: Mesin Pemeras santan dan Pemanfaatan Limbah Ampas Kelapa untuk Meningkatkan Ekonomi PKK Bontolangkasa Gowa
Bacakan Artikel

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah ampas kelapa yang terbuang pasca pemerasan santan karena dapat diolah menjadi tepung ampas kelapa bernilai gizi tinggi, serta mendorong kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Desa Bontolangkasa - Gowa, melalui pengembangan pengolahan limbah ampas kelapa menjadi tepung yang dapat diperjual belikan.

Kegiatan yang dikemas santai, ini juga mengulas kiat manajemen pemasaran agar produk yang dihasilakn bias dipasarkan lebih luas, hal ini disampaikan oleh anggota tim, Nurina Saffanah, secara sederhana menguraikan produk yang dihasilkan dan dikembangkan memerlukan beberapa langkah, salah satunya bagaimana produknya dikemas dengan rapi agar tampak menarik.

“Jadi kemasan produk kita perlu identitas misalnya logo, dan diisi beberapa keterangan pendukung seperti keunggulan produk dan darimana produk itu, sehingga konsumen kita atau pembeli yang memilih produk kita itu bias yakin,” jelas dosen ekonomi ini.

Demo penggunaan alat juga diikuti penuh antusias oleh masyarakat yang juga dipandu oleh Mahmuddin yang menjelaskan tahap penggunaan mesin secara langsung dengan memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ia mengatakan dalam mengoperasikan yang namanya mesin perlu kehati-hatian sehingga pengguna selamat dan mesin tetap awet.

"Jadi alat ini setelah digunakan perlu untuk segera dibersihkan agar tidak berkarat, juga untuk menjamin mutu higienis baik santan dan ampas yang akan diolah menjadi tepung," jelasnya.

[caption id="attachment_33816" align="aligncenter" width="1599"] Mahmuddin bersama Ibu PKK melakukan demo mesin parut kelapa terintegrasi dengan pemeras santan. (Foto: Ist)[/caption]

Hj Hamdana, Ketua PKK Bonto Langkasa Utara, Kecamatan Bontonompo, mengatakan selama ini ampas kelapa itu dibuang begitu saja.

"Kegiatan ini bikin kita jadi tau kalau ternyata itu berguna dan bahkan berkualitas, semoga ini bisa terus berkelanjutan, terimakasih sudah memilih mendampingi kami," jelasnya.

Minarni, salah satu dari PKK, mengemukakan kalau dirinya cukup rutin menggunakan kelapa yang ampasnya dibuang begitu saja.

“Kadang hamper tiap hari dan minimal 3 buah kelapa, itukan kalau tiap hari jadinya banyak dan selama ini saya buang saja, ini saya ambil contoh tepungnya nanti saya mau coba di rumah, dana akan mulai memanfaatkan ini ampas kelapa jadi tepung Karena ternyata juga bagus untuk bahan kue,” ujarnya

Kelompok ibu-ibu PKK Bontolangkasa Selatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui kegiatan produktif.

Namun, saat ini hanya sebagian kecil anggota (10%) yang terlibat dalam kegiatan produktif.
Oleh karena itu, edukasi dan pengenalan teknologi tepat guna, seperti alat mesin modern parut kelapa terintegrasi dengan pemeras santan, dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan ini dan dukungan alat dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup keluarga di Desa Bontolangkasa.

[caption id="attachment_33817" align="aligncenter" width="1428"] Penyerahan 1 unit mesin parut kelapa terintegrasi dengan pemeras santan dan 1 unit mesin penepung ampas kelapa, dari Ketua Tim PKM, Gusnawati kepada Ketua PKK Bontolangkasa, Hj. Hamdana (Foto: Ist)[/caption]

Mitra PKM mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pendampingan dan pelatihan pengolahan limbah ampas kelapa menjadi tepung dengan menggunakan teknologi mesin penepung yang difasilitasi oleh tim PKM. Dengan demikian, masyarakat desa Bontolangkasa dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Sekadar diketahui tim pelaksana PKM yang didukung penuh Hibah DPPM Kemdiktisainte diketuai oleh Ir. Gusnawati, S.T., M.T (Teknik Kimia, FTI-UMI), yang beranggotakan Nurina Saffanah, S.E., M.Sc (Ekonomi Akuntansi, FE-UMI), Dr. Ir. Mahmuddin, S.T., M.T (Teknik Mesin FTI-UMI).

Melibatkan dua mahasiswa , Andi Tenri Awaru (Teknik Kimia, FTI-UMI) dan Dimas Mustakim (Teknik Kimia, FTI-UMI), yang berpartisipasi dalam kegiatan PKM di Bontolangkasa, menunjukkan dedikasi n kreativitas mereka dalam membantu masyarakat. Dengan mengoperasikan mesin parut kelapa terintegrasi dan mesin pemeras santan, keduanya membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok PKK setempat. Selain itu, mereka juga memberikan pelatihan tentang cara pengolahan limbah ampas kelapa menjadi tepung free gluten, yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Kimia UMI tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2