HKAN 2021, Thomas Nifinluri: Anak Muda harus Mengambil Peran dalam Aksi Konservasi

Klikhijau.com – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena situasi pandemi Covid-19. Meski demikian, semangat konservasi tetap disuarakan oleh ba...

HKAN 2021, Thomas Nifinluri: Anak Muda harus Mengambil Peran dalam Aksi Konservasi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena situasi pandemi Covid-19. Meski demikian, semangat konservasi tetap disuarakan oleh banyak pihak dan komunitas, terutama perihal pentingnya menjaga ekosistem.

Inspirasi dan motivasi juga dihaturkan oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc. Sosok penuh semangat ini bahkan menyampaikan pesan khusus pada anak-anak muda di momen hari konservasi.

“Anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa sangat penting untuk membangun idealisme konservasi yang tangguh. Idealisme tidak boleh luntur digerus zaman, namun harus terus diasah sebagai budaya hidup dan warisan leluhur bangsa,” katanya pada Klikhijau (10/8).

Anak muda harus mengambil peran

Menurut Thomas, anak muda Indonesia harus mengambil peran dalam mendorong aksi konservasi dengan cara yang lebih aktif lagi. Diantaranya dengan terlibat dalam kegiatan cinta alam yang akan berdampak pada upaya memupuk jiwa konservasi.

Cara lainnya, tambah Thomas adalah dengan bergabung dengan forum peduli satwa liar. Juga terlibat dalam forum diskusi dan membangun gagasan dan inovasi melalui teknologi informasi untuk kampanye konservasi.

Selain itu, anak muda juga dapat aktif menjadi pegiat konservasi satwa dilindungi dengan menjadi champion konservasi.

“Anak-anak muda juga dapa menjadi duta konservasi untuk pelestarian alam dan satwa liar atau menjadi penulis dan story teller,” kata Thomas.

Perihal kontribusi anak-anak muda di Sulawesi Selatan, Thomas melihat ada progres yang cukup baik. Menurutnya, ada banyak anak-anak muda yang saat ini telah berkontribusi dalam promosi wisata alam dan cinta satwa. Khususnya, mereka yang tergabung dalam komunitas pencinta satwa.

“Anak-anak muda di Sulsel juga aktif dalam komunitas pencinta alam. Mereka juga aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan outdoor seperti camping dan giat menanam pohon khususnya di kawasan konservasi,” katanya.

Di samping itu, tambahnya, anak-anak muda di Suslel juga semakin peduli dalm mendorong potensi wisata alam berbasis komunitas. Termasuk anak-anak muda yang tergabung dalam kegiatan pramuka sakawanabakti.

“Anak-anak muda juga cukup aktif dalam memanfaatkan media sosal dalam meningkatkan literasi konservasinya, sehingga persepsi dan apresiasi terhadap alam dan satwa liar semakin positif,” tutur Thomas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2