Hentikan Impor Sampah, ASEAN di Posisi Ideal Percepat Transformasi Ekonomi Global?

Klikhijau. com – Saya kaget ketika mendapati berita Indonesia mengimpor sampah dari beberapa negara. Padahal jika dilihat di sekeliling kita, sampah berserakan di mana-mana. Itu sebuah fakta jika Indo...

Hentikan Impor Sampah, ASEAN di Posisi Ideal Percepat Transformasi Ekonomi Global?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Asia Tenggara mengalami peningkatan impor sampah plastik. Bukan hanya itu, bahkan sampah elektronik dari negara-negara maju setelah China sebagai pendaur ulang terbesar di dunia melarang impor sampah. Kebijakan China itu membuat jutaan ton sampah dialihkan ke negara-negara lain.

Menurut kelompok lingkungan Thailand, menjadi kepentingan ASEAN untuk melarang perdagangan sampah. “Menyambut sampah plastik dan elektronik dari luar negeri atas nama pembangunan harus segera dihentikan,” ungkap Penchom Saetang, direktur yayasan Ecological Alert and Recovery Thailand (EARTH).

Beberapa negara Asia Tenggara dalam beberapa bulan terakhir telah mengambil langkah untuk menghentikan aliran sampah. Indonesia baru saja menolak impor sampah dari Kanada, setelah langkah serupa oleh Malaysia dan Filipina.

Thailand tidak melarang impor sampah plastik tapi bertujuan menghentikannya pada 2020. Bangkok menerapkan larangan sebagian sampah elektronik sebagaimana yang ditulis oleh Syarifuddi di sindonews.com.

Isu sampah bukan agenda

Namun, menurut greenpeace.org/Indonesia, 21 Juni 2019 lalu   baik isu sampah ataupun impor sampah tidak ada dalam agenda rapat. Cukup jauh dengan tema pertemuan ASEAN, “Advancing Partnership for Sustainability” (Memajukan Kerjasama yang Berkelanjutan).

Alih-alih, diskusi dalam pertemuan ini akan fokus pada perdagangan, ekonomi, dan masalah keamanan. Yang memprihatinkan, masalah penting berhubungan dengan kemajuan yang berkelanjutan dan menjadi momok pertumbuhan wilayah ASEAN, tidak dibahas.

Padahal jika merujuk pada berita greenpeace.org/Indonesia, masyarakat ASEAN seharusnya menuntut para pemimpinnya untuk membahas mengenai sampah dan impor sampah. Ini adalah kesempatan di waktu yang tepat untuk menunjukkan kepemimpinan ASEAN dalam masalah penting ini.

Dengan menghentikan impor sampah dan memberlakukan kebijakan pengurangan plastik yang kuat. Dipercaya jika wilayah ASEAN berada dalam posisi ideal untuk mempercepat transformasi ekonomi global. Karena bisa memaksa negara-negara di belahan utara bumi memikirkan ulang sampah mereka masing-masing dan mengakhiri ekspor sampah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2