Gawat, Gegara Perubahan Iklim, Indonesia Rugi Rp544 Triliun?

Klikhijau.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas memperkirakan Indonesia bisa merugi sekira Rp 544 triliun hingga 2024 gegara perubahan iklim. Angka kerugian sebesar ini me...

Gawat, Gegara Perubahan Iklim, Indonesia Rugi Rp544 Triliun?
Bacakan Artikel

"Itu 27 persen dari APBN. Kami lakukan budget packing, kami juga beri budgeting ke pemerintah daerah," kata Adi.

Lalu, 33 persen dari total Rp300 triliun itu akan dipenuhi oleh pihak swasta. Sementara, selebihnya akan dicari dari filantropi maupun investor dari luar negeri.

Menurut Adi, apabila investor tidak mulai berinvestasi pada perekonomian hijau, Indonesia harus menghadapi perubahan iklim yang dapat menyebabkan bencana dengan dana rehabilitasi hingga Rp35 triliun per tahun.

Terlebih, di tengah pandemi, empat persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) harus dialokasikan untuk mengantisipasi ancaman bencana kesehatan dalam satu tahun.

Indonesia sendiri turut dalam komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) guna mengurangi emisi karbon 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional untuk mengatasi perubahan iklim.

Terdapat lima sektor dengan emisi karbon yang akan dikurangi yakni kehutanan, energi, transportasi, limbah, dan pertanian.

"Energi dan transportasi walau nomor dua itu dari sisi cost luar biasa besar, ongkosnya sekitar Rp300 triliun per tahun sendiri kebutuhan investasinya," tandasnya.

*Sumber:CNN Indonesia dan Antara

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2