Dilema Pemilahan Sampah Makassar: Lingkungan Membaik, Hak Kerja Tersingkir?

Dilema Pemilahan Sampah Makassar: Lingkungan Membaik, Hak Kerja Tersingkir?
Nur Jannah (tengah), Perempuan yang selama ini menggantungkan sumber penghidupan dari kegiatan memilah sampah. -Foto: Arman Jaya/Klikhijau.
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suara Nur Jannah seorang ibu, beberapa kali tertahan ketika ia berbicara tentang pekerjaan dan anak-anaknya. Di hadapan orang-orang yang berkumpul di Sekretariat Yayasan Pabbatta Ummi, di samping pintu masuk TPA Tamangapa, Makassar, ia menyampaikan harapan yang sederhana, tetap bisa bekerja dan membawa uang pulang.

Ia tidak sedang menolak pemilahan sampah.

Ia justru mengakui bahwa pemilahan adalah program yang baik. Yang ia persoalkan adalah dampaknya terhadap pemulung yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup pada sampah.

“Pemilahan sampah ini sangat baik tapi dampaknya bagi para pemulung sangat buruk,” kata Nur Jannah, perempuan yang mewakili rekannya memperjuangkan hak pemulung untuk tetap bisa bekerja.

Ia berbicara tentang penghasilan yang berkurang, kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan dan kekhawatiran tidak mampu membawa uang pulang untuk anak-anak.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2