Dengan Seni, KPS NTB Gugah Kesadaran Kita akan Bahaya Sampah

Klikhijau.com –  “Sampah saat ini menjadi momok yang menakutkan dan mengancam kehidupan umat manusia di Bumi. Hal ini tentu saja mengusik ketengan hidup yang kita cita-citakan penuh kedamaian, keindah...

Dengan Seni, KPS NTB Gugah Kesadaran Kita akan Bahaya Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com –  “Sampah saat ini menjadi momok yang menakutkan dan mengancam kehidupan umat manusia di Bumi. Hal ini tentu saja mengusik ketengan hidup yang kita cita-citakan penuh kedamaian, keindahan, dan yang terpenting membuat kita merasa nyaman hidup hingga nanti beranak pinak di atasnya,”

Saya menemukan status di atas di beranda Yuspianal Imtihan ketika membuka facebook semalam, Senin, 25 Februari 2019.

Statusnya lumayan panjang, empat paragraf disertai dengan gambar berupa pengumuman kegiatan yang akan dilaksanakan.

Saya tertarik dengan status tersebut, karenanya saya langsung menghubungi Yuspianal via inbox. Pesan saya disambut dengan baik, bahkan ia mengirimkan booklet kegiatan yang dinamai Trash Art Project 2019.

Kegiatan ini digagas tim Koalisi Peduli Sampah (KPS) yang terdiri Gema Alam Nusa Tenggara Barat (NTB), Oasistala, dan Seniman Balsem sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah.

“Pada acara ini, kita akan banyak membicarakan sampah sebagai wacana utama, lalu menyaksikan dan mendengarkan secara langsung karya seni yang tercipta dari para seniman lintas media, lintas bidang dan lintas genre yang terpilih mewakili seniman-seniman lainnya yang tengah berhasil merespon isu sampah sebagai ide utama penggarapan karya-karya mereka,” lanjut status Yuspianal.

Acara yang dimaksud dalam status Yuspianal adalah berbasis research action (kaji tindak). Di mana seluruh elemen yang terlibat diharapkan merespons isu sampah sebagai ide kreatif pada proses penciptaan karya yang akan dipresentasikan pada tanggal 27-28 Februari 2019 di Sekarteja, Selong, Lombok Timur, NTB.

Pada kegiatan tersebut akan ada pameran seni rupa dari Lalu Muhammad Syarifuddin, Khairul Fahmi, Musmayadi.

Pembacaan sastra dari Rifat Khan dan Wahyu Nusantara Aji, pemutaran video  karya M. Rizal yang berjudul makan, dan tentu ada musik yang akan dipersembahkan Ahmad Alfian Bakti dan Better Than Us, serta beberapa penampil tamu.

Semua persembahan tersebut akan membahas perihal sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2