Demi Sampah, MTS Dorong Pemberdayaan Berbasis Komunitas dengan 4 Implementasi di Lapangan

Klikhijau.com - Saat ini, pengelolaan sampah masih menjadi momok yang mengkhawatirkan. Salah satu persoalan terberat dihadapi Kota Makassar yang perlu penanganan serius. Cakupan regulasi sampah sep...

Demi Sampah, MTS Dorong Pemberdayaan Berbasis Komunitas dengan 4 Implementasi di Lapangan
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Saat ini, pengelolaan sampah masih menjadi momok yang mengkhawatirkan. Salah satu persoalan terberat dihadapi Kota Makassar yang perlu penanganan serius.

Cakupan regulasi sampah seperti UU No.18/2008 tentang Sampah dan Peraturan Pemerintah No 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, dipandang tidak efektif untuk mengurangi tumpukan sampah.

Derajat capaian pemerintah tidak cukup hanya membuat target pengurangan sampah dengan program Bank Sampah, karena  penanganan sampah harus dapat melibatkan semua pihak. Perlu ada terobosan besar, demi pengurangan dan pengelolaan sampah.

Dengan parameter sederhana yakni sampah yang masuk TPA berkurang. Upaya terobosannya misalnya ekonomi sirkular sampah masyarakat melalui skenario pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Basis pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas adalah upaya membuat masyarakat menjadi mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, terutama kesejahteraan ekonomi di tingkat keluarga.

Topik bahasan tersebut menjadi salah satu benang merah dari Dialog Awal Tahun (14/1/2022) yang dilaksanakan oleh komunitas gerakan ‘Manggala Tanpa Sekat’ (MTS).

Dialog kali ini dengan mengusung tema, Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Komunitas di Kecamatan Manggala, Forum ini juga menjadi wahana diskusi dan bersilaturrahmi dari berbagai komunitas yang ada di Manggala.

MTS, sebagai  salah satu komunitas yang mencoba bergerak untuk mengurai benang kusut apa yang terjadi di Manggala, terutama persoalan pengelolaan sampah yang mendesak ditangani.

Diskusi Jum’at malam (14/1/2022), di Warkop Chemistry Antang diikuti oleh berbagai lembaga dan komunitas se-Kecamatan Manggala.

Hadir sebagai pembicara antara lain: Makmur dari Yayasan Pabbata Ummi, Syamsuddin Simmau, Sosiolog Maupa, Zakaria Ibrahin dari Usahawan, dan Mashud Azikin selaku inisiator Komunitas Manggala Tanpa Sekat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2