Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Ramah Kembalikan Unsur Hara Tanah

Klikhijau.com – Unsur hara tanah sangat penting bagi tanaman. Sementara tanaman berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanaman mampu menghasilkan makanannya sendiri. Tanaman menyerap unsur hara...

Dekomposisi dan Fermentasi, Cara Ramah Kembalikan Unsur Hara Tanah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dekomposisi merupakan proses penguraian atau pembusukkan bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme secara aerob (memerlukan udara). Proses ini menghasilkan Pupuk Organik Padat (POP). Salah satu contohnya adalah pupuk kompos (Arif TLF, 2018).

Syarat pembuatan kompos adalah bahan-bahan mudah terurai, ada dekomposer (pengurai) dan terdapat nutrisi dari bahan yang akan dibuat, agar ada hijauan untuk mendapatkan unsur nitrogen. Bahan-bahan untuk membuat kompos bisa dengan batang pisang untuk mendapat unsur fosfat, sekam, cocopit atau serbuk kayu untuk mendapatkan unsur kalium.

Selain itu, juga dapat dengan kotoran hewan (kohe) untuk mendapatkan semua unsur makro dan mikro esensial. Serta kapur dolomit untuk menekan tingkat keasaman kompos. Sedangkan bahan pengurainya bisa menggunakan tricoderma.

Cara yang harus ditempuh, yaitu bahan-bahan dipisahkan sesuai jenisnya. Kemudian di tumpuk seperti piramuda. Jangan lupa untuk menyiram bahan pengurainya di setiap tumpukan. Untuk mendapatkan kompos yang baik butuh waktu setidaknya 6 bulan.

Cukup lama, tapi kita dapat mempersingkat waktu. Dengan setiap seminggu sekali membolak-balikkan bahan. Kemudian ditutup dengan terpal.

Ciri-ciri kompos yang sudah jadi

Kompos yang telah jadi akan berubah warna menjadi kehitaman. Tekstur lebih lembut. Aroma sudah tidak berbau dan suhu kompos sudah dingin. Cara mengaplikasikannya sama seperti pupuk padat lainnya. Bahkan sangat bagus sebagai media tanam, khususnya bunga hias.

Sedangkan fermentasi merupakan proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme secara anaerob (tanpa memerlukan udara) untuk memecah bahan organik menjadi asam organik. Salah satu contohnya adalah pupuk organik cair (POC).

Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat pupuk organik cair. Air kelapa, air cucian beras, urine ternak, bunga/bonggol pisang, kecambah, pucuk hijauan, kulit telur. Ada banyak unsur yang bisa didapatkan. Unsur makro yang banyak dan unsur mikro lebih dari cukup. Keuntungan lainnya adalah ada fungsi hormon.

Hormon yaitu (zat pengatur tumbuh). Juga dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman. Akibat dari bau urine hewan ternak yang khas. Sumber bakteri juga sangat banyak. Selain menggunakan tricoderma. Kita juga dapat menggunakan limbah buah-buah manis.

Semua bahan dimasukkan ke dalam tong dan tutup rapat. Setiap 3 hari sekali aduk bahan. Jika bahan sudah tercampur.  Warna air sudah berubah kecokelatan. POC siap digunakan.

Pemberian Pupuk organik cair sangat penting. Tanaman menyerap unsur hara dan mineral yang sudah terlarut di dalam air. Pupuk organik cair akan terserap menyeluruh. Hal ini disebabkan pupuk organik cair 100% larut.

Selain dapat diaplikasikan melalui tanah. Pupuk organik cair dapat pula diaplikasikan melalui daun sehingga penyerapannya lebih cepat. Namun, harus sesuai dosis dan waktu aplikasi yang dianjurkan agar pertumbuhan dan hasil tanaman dapat optimal.

Pertanian organik bukan terletak dari bentuk produknya melainkan pelakunya. Mari kita memelihara dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, tanah, air, udara, tanaman, manusia, dan hewan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2