5 Tumbuhan Araceae yang Dulu Liar di Hutan, Kini Merumah dengan Mentereng

Klikhijau.com – Tak terbayang, tumbuhan Araceae yang sejatinya tumbuh liar di hutan, kini laris manis dengan harganya selangit. Tanaman itu merumah di taman rumah dengan bangganya. Sejumlah netizen...

5 Tumbuhan Araceae yang Dulu Liar di Hutan, Kini Merumah dengan Mentereng
Bacakan Artikel

Alocasia termasuk tanaman dengan jumlah varian cukup banyak mencapai lebih dari 70-an jenis. Laporan atas ini juga dicatat dalam ensiklopedia Wikipedia. Namun, penemuan spesies baru Alokasia ternyata masih berlangsung, sehingga diprediksi spesiesnya terus bertambah.


[caption id="attachment_17530" align="alignnone" width="640"]caladium araceae Caladium - Foto/Pixabay[/caption]

Kaladium (Caladium sp.) merupakan tumbuhan herba terestrial non epifit yang memiliki akar serabut dan berbatang tidak jelas.

Tanaman ini digadang-gadang jadi pesaing berat Aglaonema. Ada beberapa keistimewaannya antara lain: keindahan dedaunnya; tanaman ini cukup familiar sebagai rumpun keladi, sehingga ia memiliki nilai klasikal yang tinggi; memiliki ratusan jenis dengan corak beragam.

Caladium juga banyak dikembangkan dan melahirkan Caladium hibrida (penyilangan).  Caladium hasil hibrida kini semakin berkembang dan dibanderol dengan harga tinggi. Wajar saja bila harga tanaman ini juga sedang melambung di pasaran.

[irp]



  • Scindapsus



[caption id="attachment_18622" align="alignnone" width="522"]scindapsus araceae Scindapsus -Foto/Amazon[/caption]

Scindapsus (Scindapsus sp.) merupakan tumbuhan herba terestrial hidup epifityang memiliki akar serabut dan berbatang jelas.

Daunnya berbentuk tunggal berwarna hijau tampak seperti bulat telur dengan permukaan atas dan bawah daun licin. Sementara tepi daun rata (integer), ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal membulat (rotundatus) dan pertulangan daun menyirip (penninervis).

[irp]


  • Rhaphidophora


[caption id="attachment_18623" align="alignnone" width="480"]tanaman Rhaphidophora milik Mas Iwan di Bogor - Foto/Ig: Iwan1510[/caption]

Rhaphidophora (Rhaphidophora sp.) merupakan tumbuhan herba terestrial hidup epifityang memiliki akar serabut dan berbatang jelas.

Permukaan atas dan bawah daun licin (laevis) dengan permukaan atas berwarna hijau sedangkan bagian bawah berwarna hijau keputihan.

Tanaman ini memiliki tangkai daun berwarna hijau dan memiliki ciri khas pada batang yang berbentuk persegi berwarna hijau. Bentuk batang pada Rhaphidophora dapat membedannya dengan genus lainnya, seperti Photos.

[irp]

Belum lama ini, ahli tanaman hias asal Bogor, Mas Iwan, membagikan gambar tanaman Rhaphidophora di Instagram. Saat ditanya, berapa harganya? Ternyata cukup mahal yakni di kisaran Rp 15 juta. Itu artinya tanaman yang habitatnya di hutan ini termasuk mewah.



  • Syngonium



[caption id="attachment_18624" align="alignnone" width="448"]Syngonium Syngonium - Foto/Wikipedia[/caption]

Syngonium (Syngonium sp.) merupakan tumbuhan herba terestrial non epifit yangmemiliki akar serabut dan berbatang jelas.

Daunnya berbentuk anak panah dengan tepi daun rata (integer), ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal daun berlekuk (emarginatus) dan pertulangan daun menyirip (penninervis).

Tanaman ini termasuk daun tunggal yang berwarna hijau dan terdapat bagian berwarna putih pada pertulangan daun yang menjadi ciri khasnya sehingga dapat dibedakan dengan genus lainnya, seperti Caladium dan Alocasia. Tanaman ini memiliki tangkai dan batang berwarna coklat.

Itulah 5 diantaranya tumbuhan Araceae yang sejatinya tumbuh liar di hutan, namun kini dicari-cari para pencinta tanaman hias. Jenis mana yang ada di rumah Anda?

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2