5 Program Peduli Lingkungan MTs Al-Falah Arungkeke di Musim Covid -19

Klikhijau.com - Kedatangan Covid-19 yang meresahkan. Membuat banyak hal berubah, terutama sekolah. Tidak ada lagi proses dan program belajar mengajar dengan tatap muka. Para siswa “dirumahkan” untu...

5 Program Peduli Lingkungan MTs Al-Falah Arungkeke di Musim Covid -19
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Kedatangan Covid-19 yang meresahkan. Membuat banyak hal berubah, terutama sekolah. Tidak ada lagi proses dan program belajar mengajar dengan tatap muka.

Para siswa “dirumahkan” untuk sementara waktu. Mereka belajar dari rumah, tidak lagi di ruang kelas. Meski begitu proses belajar mengajar terus berlangsung.

Hal serupa pun dilakukan Madrasah Tsanawiyah Al-Falah Arungkeke, Jeneponto, yakni merumahkan siswanya.

Namun, madrasah atau sekolah yang telah mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi pada 2017 lalu ini, tetap menjalankan program yang berpihak pada lingkungan.

Termasuk saat menghadapi kebijakan belajar di rumah selama 14 hari ditambah 17 hari, sesuai edaran Gubernur Sulawesi Selatan dan Kanwil Kemenag Sulsel.

Kepala MTs Al-Falah Arungkeke Jeneponto, Kasmawati Yakub menuturkan, seluruh siswa telah dibagikan beberapa kertas berwarna untuk digunakan mengerjakan tugas sebagai tambahan dari kertas tugas yang mereka siapkan sendiri.

“Pada tahapan akhir penugasan nantinya, semua siswa-siswi dapat menyetor keseluruhan tugasnya dalam bentuk portopolio yang dibuat semenarik mungkin dan dijilid rapi. Di mana seluruh mata pelajaran sudah terangkum di dalamnya,” jelasnya.

Penasaran, berikut program yang telah dirancang oleh guru dan staf MTs Al-Falah Arungkeke yang tetap berpihak pada lingkungan di masa pendemi Covid-19:



  • Piket bergantian



Setiap hari sebanyak 3 orang guru bergantian piket di madrasah. Tujuannya untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga dan tanaman yang tumbuh di taman dan kebun madrasah tetap hijau.

Para guru yang piket melaksanakan tugas dengan enjoy. Sebab setiap selesai membersihkan lingkungan sekolah atau madrasah, mereka bebas memetik buah srikaya yang lagi musimnya. Juga jambu biji ataupun delima yang tumbuh di halaman madrasah.

Pada hari pembelajaran normal, guru tidak akan kebagian buah-buahan ini, karena siswa sudah lebih dulu berebutan untuk memetiknya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2