Proyek Restorasi Bisa Digagalkan oleh Herbivora yang Tidak Terkendali

Klikhijau.com – Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) memiliki peran penting dalam ekosistem. Hanya saja pada ekosistem yang rusak atau akan dipulihkan. Kehadirannya dapat menjadi ancam. Memang harus...

Proyek Restorasi Bisa Digagalkan oleh Herbivora yang Tidak Terkendali
Bacakan Artikel

Para ilmuwan melaporkan survei tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran herbivora di proyek restorasi dikaitkan dengan pengurangan 50% jumlah tanaman yang tumbuh di sana dan penurunan 15% jumlah spesies tanaman di tempat-tempat seperti hutan dan padang rumput.

Tidak bagi pengembala

Temuan ini tidak bertentangan dengan penelitian yang memuji manfaat ekologis dari hewan penggembala. Meskipun kehadiran para penggembala mengurangi jumlah total tanaman rata-rata sebesar 32% dalam studi mengenai lanskap yang relatif masih asli, keanekaragaman tanaman meningkat sebesar 14% di tempat-tempat tersebut.

Perbedaan ini mungkin terjadi karena vegetasi di lokasi yang terdegradasi umumnya kurang produktif dibandingkan di lokasi yang sehat, sehingga lebih mudah bagi hewan untuk merumput secara berlebihan, demikian temuan para ilmuwan.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa tindakan pengendalian herbivora dapat mengurangi banyak kerusakan.

“Memperkenalkan predator untuk mengendalikan populasi herbivora atau memasang penghalang untuk mencegah mereka hingga penanaman menjadi lebih mapan dan tidak terlalu rentan, dapat meningkatkan pertumbuhan kembali tanaman rata-rata sebesar 89%,” kata Silliman.

Karena itu, jika tidak dijinakkan oleh predator, hewan pemakan tumbuhan yang kelaparan ini dapat mendatangkan malapetaka pada ekosistem yang sudah rusak.

Cara lain untuk memastikan agar tanaman aman dari hewan herbivora adalah dengan menggunakan pagar. Tanaman harus diberi pagar agar hewan pemakan tumbuhan tidak masuk. Hanya saja cara ini memerlukan tenaga dan juga biaya yang tidak sedikit.

Dari  Anthropocenemagazin

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2