Program Sekolah Adiwiyata Berkontribusi Bagi Budaya Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Program Sekolah Adiwiyata yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup, terus diperkuat kebijakannya. Bila sebelumnya, dasar hukumnya merujuk pada Peraturan Menteri...

Program Sekolah Adiwiyata Berkontribusi Bagi Budaya Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

Wahid Karunia menambahkan, penyusunan Rencana Gerakan PBLHS wajib melibatkan kepala sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah, peserta didik dan masyarakat.

Sekolah perlu membentuk dan memberdayakan Kader Adiwiyata guna melaksanakan kegiatan kampanye pengelolaan sampah, pembuatan kompos dan penanaman serta pemeliharaan pohon/tanaman, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan Gerakan PBLHS.

"Perlu adanya kader Adiwiyata karena merekalah yang akan memaparkan langsung terhadap siswa lain dan masyarakat di sekitar sekolah," sarannya.

KLHK mengakui, sejak 2006-2019, Sekolah Adiwiyata telah berkontribusi mengurangi timbunan sampah melalui pengelolaan sampah dengan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Kontribusi pengurangan sampah itu mencapai 38.475 ton/tahun.

Selain itu, Sekolah Adiwiyata juga berkontribusi bagi penanaman dan pemeliharaan 322.875 pohon/tanaman, 64.575 lubang biopori, 12.915 sumur resapan, serta penghematan listrik dan air antara 10 persen hingga 40 persen per sekolah.

Karena itu, Gerakan PBLHS ini diharapkan akan melahirkan murid-murid yang bakal jadi pemimpin masa depan dengan visi ramah lingkungan. Murid-murid yang akan mewujudkan lingkungan hidup berkelanjutan.

Mereka diharapkan kelak akan mengintegrasikan lingkungan hidup, sosial, ekonomi dalam kebijakannya demi menyelamatkan sumber kehidupan dunia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2