Produksi Tinggi dan Daur Ulang Rendah, Ancaman Plastik Semakin Mencekik

Klikhijau.com – Planet vs Plastik jadi tema yang dipilih pada peringatan Hari Bumi (Earth Day) tahun ini. Hari Bumi sendiri diperingati setiap tanggal 22 April di tahun berjalan. Hari Bumi pertama...

Produksi Tinggi dan Daur Ulang Rendah, Ancaman Plastik Semakin Mencekik
Bacakan Artikel

Phaedra Pezzullo, lektor kepala di University of Colorado Boulder, menekankan pentingnya mengangkat tema plastik untuk memperingati Hari Bumi, karena plastik telah menjadi masalah global.

Ia menjelaskan, sebanyak 400 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia. Jumlah yang sangat fantastik. Angka tersebut meningkat hingga 19.000% dalam satu abad terakhir.

“Kita semua diperkirakan mengonsumsi plastik seukuran satu kartu kredit setiap minggunya, dan (para peneliti) telah mendeteksi adanya plastik atau mikroplastik di paru-paru dan plasenta manusia di setiap sudut bumi. Jadi kita semua menjadi semakin ‘seperti plastik’, meskipun kita tidak tahu apa artinya itu,” ujarnya dinukil dari VOA.

Sebuah studi yang dipelopori World Wildlife Fund (WWF) International pada tahun 2019 menyebut bahwa polusi plastik begitu mencemari lingkungan sehingga manusia berpotensi menelan lima gram plastik per minggu, atau setara dengan berat satu kartu kredit plastik.

“Setiap daerah perlu mendiskusikan solusi apa yang tepat di sana. Dan tentu saja, secara global, kita juga membutuhkan jawaban. Kita butuh solusi diplomatik internasional,” tambahnya.

Mendapat tantangan

Komite Negosiasi Antarpemerintah Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 23-20 April lalu mengadakan sesi keempat untuk mengembangkan perjanjian internasional yang mengikat secara hukum mengenai polusi plastik di Ottawa, Kanada.

Sayangnya, banyak  negara yang berbeda pendapat mengenai isi perjanjian penting tersebut. di antara negara yang berbeda pendapat adalah Arab Saudi dan Tiongkok, yang menentang pembatasan dan larangan produksi.

Padahal pada tahun 2022, negara-negara sepakat untuk mencapai kesepakatan yang mengikat secara hukum pada bulan Desember 2024 yang menangani seluruh siklus hidup plastik.

Namun, ketika pembicaraan dimulai, terdapat penolakan dari beberapa pemerintah dan kepentingan petrokimia sebagai tanggapan terhadap seruan pelarangan atau pembatasan produksi beberapa bahan kimia berbahan bakar fosil.

“Proses ini tidak diragukan lagi merupakan proses yang dipercepat dan ambisius, karena kita tidak punya waktu puluhan tahun untuk bertindak,” kata Inger Andersen , direktur eksekutif Program Lingkungan PBB, dikutip dari Reuters.

Menurut  Judith Enck, mantan pengelola regional Environmental Protection Agency yang kini menjadi ketua lembaga advokasi Beyond Plastics di AS bahwa memusnahkan plastik adalah sebuah tugas berat, tetapi langkah-langkah kecil yang kita lakukan bisa memberi perubahan besar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2