Produk Perikanan Sulsel Resmi Terbang ke Singapura

Klikhijau.com - Ekspor perdana produk perikanan Sulawesi Selatan akhirnya terwujud. Terwujudnya ekspor dengan tujuan Singapura itu berkat kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Bal...

Produk Perikanan Sulsel Resmi Terbang ke Singapura
Bacakan Artikel

Sulsel merupakan salah satu provinsi dengan produksi perikanan yang sangat besar. Selain itu, Sulsel juga dapat menjadi hub ekspor komoditi perikanan di Wilayah Timur Indonesia.

Data ekspor komoditi perikanan Sulsel tahun 2021 periode 1 Januari — 29 November 2021 cukup besar. Mencapai  volume ekspor komoditi perikanan non hidup sebesar 2.838 ton dengan nilai komoditi sebesar Rp. 221,2 milyar. Data itu berdasarkan jumlah ekspor melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Negara tujuan ekspor tersebut adalah di dominasi ke Singapura. Negara singa itu mengambil porsi sebanyak 66,299. Di antara  komoditi perikanan yang diekspor adalah ikan tenggiri, kerapu, dan kakap segar.

Selain itu, Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM Widodo Sumiyanto juga menjelaskan, untuk menjaga kualitas ekspor upaya penjaminan mutu dari hulu hilir sejak mulai ditangkap hingga di dibudidayakan itu segera harus diproses.

"Penerapan penanganan dengan 4 prinsip,  jaga kebersihan, jaga dingin, dijaga tidak terkena sinar matahari dengan debu, dan tetap hati-hati. Kalau kita bandingkan dengan luar negeri merawat ikan itu dengan penuh kehati-hatian agar tidak rusak. Itu prinsipnya," terangnya.

Widodo menambahkan, potensi  ini menjadi hub jadi penjaring dari wilayah-wilayah penangkapan di seputar Sulawesi. Dan bisa menjadi titik penanganan untuk pemangkasan waktu dan biaya

Indonesia sampai saat ini andalannya masih udang, tongkol, tuna, cakalang, cumi-cumi, ikan-ikan biasa. Sementara permintaan terbesar di tahun 2021 itu dari negara Amerika dan Tiongkok

"Untuk nilainya kita harapkan bisa mencapai $6 juta di tahun depan. Sekarang minimal $5,2 juta, tapi kita optimis walaupun ada Covid kita tetap upayakan," ungkap Widodo.

Pandemi tak mempengaruhi

Pandemi  Covid-19 menyebabkan beberapa negara perbatasan memperketat  pintu masuk laut dan udaranya. Namun, dijelaskan Kepala Seksi Pabean, Bea Cukai Makassar, Adeltus Lolok bahwa pandemi tidak cukup banyak mempengaruhi.

"Pandemi tidak mempengaruhi ekspor. Justru sangat meningkat karena orang mencari peluang baru kemudian ternyata kebutuhan konsumsi orang tetap. Walaupun pandemi membuat orang tidak bepergian, tapi tetap butuh makan. Di samping itu banyak pekerjaan hilang, lalu ada juga cari peluang baru termasuk ekspor ini," kata Adeltus.

Ditambahkan Adel, produk dari Sulawesi ini sudah menjelajah berbagai negara, di antaranya Amerika, China, Singapura, dan untuk rumput laut ke ada Asia dan Eropa seperti Inggris dan Cina.

Dengan adanya Angkasa Pura Logistik dengan penerbangan kargonya (Air Freight), menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pengiriman dan pendistribusian kargo udara baik domestik maupun internasional.

“Tugas kami menyediakan sarana untuk menunjang konektivitas dan akses serta penyimpanan. Tentunya ini bentuk komitmen dari Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi National Logistic Ecosystem (NLE),” ujar Dendi Tegar Danianto, Direktur Pengembangan Usaha.

Dendi menambahkan bahwa melalui anak perusahaan Angkasa Pura Logistik diharapkan dapat membantu mendongkrak bisnis kargo serta membantu meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan khususnya dalam bidang ekspor.

Sementara itu, Plt Gubenur Sulsel Sudirman Sulaiman mengungkapkan, kargo merupakan bisnis yang potensial di masa pandemi ini.  Ia berharap ketersediaan layanan penerbangan langsung ke luar negeri terus ada dan bisa ditambah frekuensi untuk ke depannya. Sehingga tahun depan diharapkan dapat pengiriman dapat meningkat sebanyak 50 persen.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2