Post 2020 GBF dan Arti Pentingnya bagi Indonesia
Klikhijau.com - Post 2020 Global Biodiversity Framework (GBF) bagi Indonesia memiliki arti khusus. Karena Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan akan menjadi standar k...
Klikhijau.com - Post 2020 Global Biodiversity Framework (GBF) bagi Indonesia memiliki arti khusus. Karena Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan akan menjadi standar keberlangsungan hidup.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Menteri LHK saat menjadi salah satu pembicara dalam acara PreCOP Biodiversity 2021 – High Level Political Forum atas undangan Pemerintah Kolombia. Kegiatan itu dipimpin oleh Presiden Kolombia, Ivan Duque Marquez.
Kegiatan tersebut diselenggarakan, Senin, 30 Juni 2021 secara virtual. Pelaksanaan kegiatan itu dalam rangkaian kegiatan Third Open Ended Working Group on Post 2020 Global Biodiversity Framework.
Setidaknya ada empat kepala negara yang mengikutinya dan lima belas Menteri bidang lingkungan hidup dan kehutanan.
[irp]
Kegiatan itu diikuti pula oleh berbagai pemimpin entitas PBB dan lembaga internasional pemerhati keanekaragaman hayati.
"Sebagai rumah bagi lebih dari 490 ribu spesies di 19 tipe ekosistem dengan 74 tipe vegetasi. Indonesia mendukung langkah-langkah perundingan kerangka kerja biodiversitas yang sedang berlangsung. Indonesia menempuh tiga pilar sesuai tujuan konvensi keanekaragaman hayati, yaitu konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, akses dan pembagian yang adil serta seimbang atas sumber daya genetik," ujar Siti.
Tujuan dari pertemuan itu, untuk mempromosikan kerangka kerja global biodiversitas, integrasi dengan sektor produktif, pengembangan aliansi dan koalisi untuk keanekaragaman hayati dan pemulihan lingkungan, serta indikasi dukungan finansial dan kemitraan untuk pola pola baru secara global.
Siti Nurbaya juga menekankan, ada tiga poin penting yang diperhatikan pada forum tersebut, yaitu target global harus terukur dan fleksibel, ada keseimbangan antara target dan perangkat pendukung pelaksanaannya, serta nilai minimum untuk semua target dan indikator yang dapat dimonitor, untuk dapat dicapai oleh negara-negara di dunia.
[irp]