Porang Jadi Komoditi Andalan Kelompok Tani Hutan Maros
Klikhijau.com – Porang atau tire kini jadi primadona baru bagi petani atau kelompok tani. Budidaya porang termasuk mudah, perawatannya tidak rewel. Pun tak harus menggantinya setiap saat. Sebab bisa t...
Klikhijau.com – Porang atau tire kini jadi primadona baru bagi petani atau kelompok tani. Budidaya porang termasuk mudah, perawatannya tidak rewel. Pun tak harus menggantinya setiap saat. Sebab bisa tumbuh sendiri.
Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain.
Awalnya porang hanyalah tanaman liar yang meresahkan, namun setelah umbinya bisa jadi rupiah. Porang menjadi komoditi yang mulai dibudidayakan dan menjanjikan secara ekonomi.
Porang adalah jenis tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus onchophyllus. Ia termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK).
[irp]
Umbi porang dapat dengan mudah tumbuh subur di setiap lahan, hanya tinggal dipelihara dan ditambah bibitnya. Dengan alasan tersebut hampir semua Kelompok Tani Hutan (KTH) terlibat dalam mengusahakan komoditi umbi porang.
Kelompok yang mengusahakan budidaya dan pengambilan umbi porang antara lain KTH Tunas Muda, KTH Pattiro Bulu, KTH Bulu Tanete, dan KTH Bukit Harapan yang berada di Dusun Pattiro, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Yusak Mangetan menegaskan, KTH tersebut merupakan kelompok Kemitraan Konservasi.