Populasi Badak Jawa Terus Membaik di Ujung Kulon
Klikhijau.com – Ujung Kulon jadi Taman Nasional (TN) yang penting di Indonesia. Bukan hanya karena menjadi TN pertama di tanah air. Namun juga menjadi rumah bagi badak Jawa—yang diduga menjadi satwa y...
Klikhijau.com – Ujung Kulon jadi Taman Nasional (TN) yang penting di Indonesia. Bukan hanya karena menjadi TN pertama di tanah air. Namun juga menjadi rumah bagi badak Jawa—yang diduga menjadi satwa yang sangat langka di dunia.
Bahkan menurut data terakhir Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). Jumlah badak Jawa secara kumalatif mencapai 74 individu.
Dari 74 individu itu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina. Umur mereka pun berbeda mulai dari komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan pada klaster usia remaja-dewasa.
Badak merupakan salah satu spesies satwa langka. Ia merupakan spesies kunci yang penting di dunia bersama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan flagship spesies lainnya.
[irp]
Upaya pemantauan badak Jawa terus saja digiatkan. Bahkan sejak bulan Maret hingga Agustus 2020. KLHK memantau badak Jawa dengan menggunakan 93 video kamera jebak.
Hasil tangkapan kamera jebak tersebut cukup menggembirakan, sebab berhasil memantau dua kelahiran baru badak jawa di TN Ujung Kulon
TN ini merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991.
Wilayah TN ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha. Mencakup laut dan hutan lindung yang sangat luas, dimulai dari Semenanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.
Pada awalnya TN Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.
Kawasan ini pertama kali dijelajahi oleh seorang ahli botani Jerman, F. Junghuhn, pada tahun 1846, untuk keperluan mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para peneliti.
[irp]
Salah satu kekayaan yang dimiliki TN ini adalah badak Jawa—yang populasinya menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno masih cukup baik.