Polusi Plastik Menyeret Burung Laut ke Lubang Bahaya yang Mengerikan

Klikhijau.com – Hujan deras meluapkan kali yang mengaliri sawah. Luapan itu tidak hanya membawa air, tetapi juga sampah, khususnya sampah plastik. sampah itu, sebagian mampir ke sawah. Sebagiannya...

Polusi Plastik Menyeret Burung Laut ke Lubang Bahaya yang Mengerikan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Hujan deras meluapkan kali yang mengaliri sawah. Luapan itu tidak hanya membawa air, tetapi juga sampah, khususnya sampah plastik.

sampah itu, sebagian mampir ke sawah. Sebagiannya lagi terus ke sungai lalu menuju laut. Di laut, sampah plastik tidak hanya datang dari kali yang mengaliri sawah, tapi dari segala arah.

Sampah-sampah itu berkumpul—menjadikan laut sebagai “rumah”. Karenanya, tak mengherankan  jika sebuah penelitian baru mengungkap jika sampah plastik tidak hanya memberi bahaya secara fisik, tetapi juga ancaman biologis yang lebih dalam.

Studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution menunjukkan bahwa plastik yang tertelan dapat melepaskan zat kimia pengubah hormon pada fulmar utara, spesies burung laut yang menghuni Atlantik Utara dan Pasifik Utara.

Para peneliti dari UC Santa Cruz dan San Diego Zoo Wildlife Alliance melakukan penelitian Tersebut. Temuan mereka menunjukkan bahwa plastik dapat mengganggu sistem hormonal burung secara kimiawi.

Ancaman tersebut jika ditelisik lebih dalam, dampaknya lebih mengerikan, sebab dapat memengaruhi kelangsungan hidup, reproduksi, dan perilaku burung.

Plastik mungkin terlihat tidak aktif, tetapi di dalam perut burung, plastik menjadi bahan kimia berbahaya.

Studi tersebut mengungkap bagaimana polusi laut diam-diam mengubah biologi spesies laut melalui satu per satu serpihan yang ditelan.

“Kita sudah lama mengetahui bahwa konsumsi plastik dapat menyebabkan bahaya fisik pada burung laut, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa hal itu mungkin juga memiliki efek biologis tersembunyi,” kata penulis utama  studi tersebut, Liesbeth Van Hassel

Hassel juga mengungkapkan bahwa hal yang paling mengkhawatirkan adalah zat kimia, karena tidak hanya lewat begitu saja, tetapi berinteraksi dengan reseptor hormon utama dalam tubuh.

 Menggunakan burung fulmar

Para peneliti menganalisis aktivitas reseptor estrogen (ER) di fulmar utara. ER sangat penting untuk reproduksi dan perkembangan. Banyak bahan kimia yang terkait dengan plastik meniru atau memblokir estrogen, bertindak sebagai xenoestrogen.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2