Pohon Pinus, Tanaman Pionir yang Kontroversi

Klikhijau.com – Pohon pinus tidak hanya tumbuh meneduhkan. Di banyak tempat telah disulap menjadi tempat wisata. Kayunya yang menjulang tinggi bisa menahan laju sinar matahari untuk sampai ke permu...

Pohon Pinus, Tanaman Pionir yang  Kontroversi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Apalagi pinus merupakan jenis primadona, sekitar  60% yang ditanam dalam Program Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air khususnya kegiatan reboisasi dan penghijauan oleh sejak era tahun 60-an.

Ada berbagai alasan kenapa harus pinus, yakni tersedianya benih cukup banyak, laju pertumbuhannya cepat bahkan dapat menjadi jenis pionir dan dapat tumbuh pada lahan-lahan yang marginal.

Selain itu, penanaman pinus secara luas tidak menjadi penyesalan. Itu  karena hasil dari kegiatan baik reboasasi maupun penghijauan tergolong sukses membentuk tegakan pinus.

Pinus telah  banyak menambah devisa negara dan meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa sampai sekarang (M. Kudeng Sallata, 2013).

Manfaat pohon pinus

Pada  hasil rumusan dari Simposium Pengusahaan Hutan Pinus yang dikemas di dalam Simpo Pinus’83 yang dilaksanakan 27- 28 Juli 1983 di Jakarta oleh Pusat Litbang Hasil Hutan kerjasama Perum Perhutani menyatakan, pemilihan pinus sebagai salah satu jenis tanaman industri di Pulau Jawa dan beberapa daerah tertentu di luar Pulau Jawa dipandang cukup tepat.

Hal itu berdasarkan berbagai pertimbangan baik segi teknis, ekonomis, ekologis maupun sosial.  Menurut Handadhari, (2006) pinus memiliki beragam manfaat, yakni:



  • Mengurangi lahan longsor (landslide)



Hal ini karena pinus mempunyai perakaran yang dalam dan pohon pohon pinus tidak terlalu berat dan juga tidak terlalu ringan.  Sehingga dapat meningkatkan tegangan kekang pada bidang longsor, menjadikan pinus memiliki potensi untuk mengurangi kerentanan dan terjadinya longsor.


  •  Mengurangi erosi



Manfaat lainnya adalah bisa mengurangi erosi karena tajuknya dapat menghambat tenaga kinetik jatuhan air hujan


  •   Menghalangi pukulan air hujan



Pohon ini memiliki sersah yang bisa bermanfaat untuk menghalangi air hujan. sehingga secara langsung sehingga erosi percik (splash erosion) berkurang.



  •   Memiliki nilai evapotranspirasi



Daun pinus memiliki nilai evapotranspirasi yang tinggi, sehingga akan cepat mengurangi kadar lengas dalam tanah, yaitu tanah tidak mudah menjadi jenuh air.

Selain itu, manfaat lain dari pinus adalah bisa menjadi tempat wisata, seperti yang banyak terdapat di Sulawesi Selatan dan beberapa daerag di Indonesia. Di mana masyarakat memanfaatkan hutan pinus menjadi destinasi wisata.

Hanya yang perlu dicatat, meski memiliki banyak manfaat, pinus harus di tanam di tempat yang tepat, yaitu  pada wilayah yang mempunyai curah hujan di atas 3.000 mm  per tahun. Tujuannya agar tidak mengakibatkan tergerusnya air tanah yang bisa berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2