Pohon Bintaro, Tanaman Alternatif Insektisida Nabati

Klikhijau.com – Pohon bintaro, pohon yang sangat rajin berbuah. Ia bisa berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim. Pohon yang menyandang nama ilmiah Cerbera manghas L ini pun, cara memperban...

Pohon Bintaro, Tanaman Alternatif Insektisida Nabati
Bacakan Artikel

Mahkota bunganya berdiameter 3-5 cm. Berbentuk seperti terompet dengan pangkal bagian dalam merah muda.

Benang sarinya berjumlah lima dan posisi bakal buah tinggi. ketika bunganya bersalin wajah menjadi buah. Maka buahnya tampak berbentuk bulat telur dengan panjang 5 hingga 10 cm.

Warna buahnya ketika masak sangat mencolok, karena memiliki  warna merah cerah.

Manfaat pohon bintaro

Pohon ini memang berjodoh dengan Indonesia. Ia diketahui tumbuh di seluruh kepulauan Nusantara. Pohon ini cukup mudah ditemukan karena banyak ditanam sebagai pohon pinggir jalan.

Cirinya pun mudah dikenali, batangnya tegak, berbentuk bulat, berkayu,  dan berbintik-bintik hitam. Kulit batangnya tebal dan berkerak.

Karakteristik kayunya cukup ringan. Warnanya putih kekuningan. Kayunya acap digunakan untuk produksi venir, korek api, furniture dan ukiran serta bahan arang.

Pohon ini termasuk pohon bergetah, tapi getahnya bukan tanpa manfaat, karena sejak dulu  digunakan sebagai racun panah untuk berburu dan juga sebagai bahan biopestisida.

Sementara biji buahnya secara tradisional dimanfaatkan  mengobati gangguan jantung. Namun, perlu diingat bahwa bijinya sangat beracun untuk pengobatan luar, misalnya untuk gatal, kudis dan sebagai hair tonic.

Widakdo dan  Setiadevi, (2017) mengemukakan, buah bintaro sangat potensial sebagai bahan pengendali hama ulat buah. Buahnya memberi efek mortalitas terhadap hama serangga sehingga tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif insektisida nabati.

Hasil penelitian pun menurut Guswenrivo, (2003) membuktikan bahwa buah bintaro sangat berpengaruh terhadap tingkat kematian serangga hama gudang.

Buahnya  memberikan efek kematian yang sangat tinggi terhadap kutu beras S. oryzae.  Tanaman ini,  menurutGuswenrivo perlu diwaspadai, karena  hampir seluruh bagian   beracun.

Ada kandungan senyawa golongan alkaloid yang bersifat toksik, repellent, dan mempunyai aktivitas penghambat makan terhadap serangga hama gudang.

Sedangkan Prayuda, (2014) mengungkapkan bahwa daun tanaman ini mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, di antaranya alkaloid, saponin, polifenol, dan terpenoid.

Klasifikasi ilmiah

Pohon bintaro merupakan tanaman yang tidak menyukai ketinggian. Ia lebih suka tumbuh alami di dataran rendah.

Daerah yang paling disukai adalah tepi pantai dan daerah berpasir. Tanaman ini bahkan sering menjadi bagian dari ekosistem mangrove. Ia bisa tumbuh baik sampai ketinggian 450 meter di atas permukaan laut (mdpl).


  • Kerajaan: Plantae

  • Divisi: Magnoliophyta

  • Kelas: Magnoliopsida

  • Ordo: Gentianales

  • Famili: Apocynaceae

  • Genus:  Cerbera

  •  Spesies: Cerbera manghas L.


Itulah ulasan singkat mengenai pohon bintaro, nama yang kerap disebutkan di televisi—nama yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2