PLTA Jadi Andalah Pertumbuhan Energi Terbarukan
Klikhijau.com - Hingga 10 tahun ke depan energi air masih menjadi andalan dan motor untuk pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki banyak aliran sungai. Karena itu, Pemba...
Klikhijau.com - Hingga 10 tahun ke depan energi air masih menjadi andalan dan motor untuk pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki banyak aliran sungai. Karena itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akan menjadi tulang punggung untuk Indonesia transisi dari energi fosil ke energi terbarukan.
Dalam wawancara khusus dengan Perspektif Baru, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya mengatakan, PLTA menjadi tulang punggung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk saat ini hingga 10 tahun ke depan.
“Ini berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030 yang baru disahkan,” kata dia.
Berdasarkan RUPTL 2021-2030, kapasitas pembangkit EBT akan ditambah hingga 20.923 MW. Kapasitas ini terbagi pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/MH) mencapai 10.391 MW, PLTB 597 MW, PLT Bio 590 MW, PLTP 3.355 MW, PLTS 4.680 MW, PLT EBT Base 1.010 MW, dan battery energy storage system (BESS) 300 MW.
[irp]
Chrisnawan juga menuturkan, potensi energi air di Indonesia mencapai 94 GW, sedangkan pemanfaatannya baru mencapai 6,2 GW. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan PLTA di beberapa lokasi, seperti PLTA Poso yang akan berfungsi sebagai peaker. Kapasitasnya mencapai 515 MW, PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan. Kapasitasnya 510 MW, dan PLTA upper Cisokan pumped storage sebesar 1000 MW.
Sebagai upaya transisi dari fosil ke energi terbarukan tersebut, pemerintah menerapkan beberapa kebijakan hijau untuk mengurangi energi fosil. Beberapa hal yang dicanangkan pemerintah antara lain penerapan pajak dan perdagangan karbon, kemudian co firing PLTU dengan EBT.