Persiapan Menghadapi Masa Pancaroba, Pembelian Multivitamin Meningkat

Klikhijau.com. Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia mengalami masa pancaroba atau peralihan musim sebanyak dua kali dalam setahun. Masa-masa ini biasa terjadi pada bulan September-November se...

Persiapan Menghadapi Masa Pancaroba, Pembelian Multivitamin Meningkat
Bacakan Artikel

Namun lanjutnya, terdapat juga 31% responden yang menyediakan anggaran lebih, yaitu sebesar Rp 100.000-Rp 250.000 untuk membeli multivitamin.

Dikatakanya,  beberapa brand multivitamin yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia adalah Imboost dan Enervon-C yang sama-sama menduduki peringkat pertama dengan 33% responden yang memilih kedua brand tersebut. Selanjutnya, 31% responden memilih CDR, 20% responden memilih Hemaviton dan 17% responden memilih Redoxon.

Ia menambahkan, sebagai produk yang rutin dikonsumsi untuk meningkatkan imun tubuh, mayoritas responden masih mencari produk multivitamin dan vitamin C di minimarket dan apotek.

Ia memaparkan, secara lebih detail, terdapat 32% responden membeli multivitamin di minimarket, 19% responden membelinya di apotek dan 16% responden bertransaksi menggunakan e-commerce. DI sisi lain, 37% responden membeli vitamin C di minimarket, 17% responden membeli di apotek dan 14% responden membelinya di supermarket.

Metodologi Survei:


  • Data diambil dari Montlhy Data Tracking Populix bulan Januari-Maret 2022 pada kategori larutan penyegar panas dalam, multivitamin dan vitamin C.

  • Survei dilakukan secara online melalui aplikasi Populix pada tanggal 3-9 Januari terhadap 1.002 responden, tanggal 1-9 Maret terhadap 1.492 responden, dan pada 30 Maret-1 April terhadap 1.023 responden.

  • Durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit.

  • Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner tertutup dengan format pilihan ganda tunggal dan pilihan ganda kompleks.



Tentang Populix

Populix adalah sebuah perusahaan penyedia layanan consumer insights `yang menyediakan data komprehensif dan dapat diandalkan. Populix memulai debutnya pada tahun 2018 sebagai salah satu dari 7 startup yang berpartisipasi dalam GnB Accelerator dan dinobatkan sebagai salah satu dari lima startup inovatif asal Indonesia.

Tahun 2020, Co-Founder Populix, Eileen Kamtawijoyo, masuk dalam Forbes 30 Under 30 untuk kategori Enterprise Technology. Di tahun yang sama, Populix juga berhasil masuk trending dan menduduki ranking #3 kategori aplikasi gaya hidup di Google Play Store (Indonesia).

Pada tahun 2021, Populix masuk dalam Top 50 Rising Startups di Indonesia versi Tech in Asia, serta diakui sebagai salah satu Top 100 Companies To Watch oleh Forbes Asia.

Dengan misi untuk memberikan wadah bagi opini setiap orang dan mendorong aksi berbasis data, Populix berkomitmen menghadirkan respondent-first approach yang menghubungkan bisnis dari berbagai industri dengan responden berkualitas di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, Populix telah melakukan lebih dari 355 riset pasar dengan didukung oleh lebih dari 145 bisnis dari berbagai sektor dan ukuran. Populix memiliki lebih dari 300.000 responden yang tersebar di 300+ kota dan kabupaten di Indonesia termasuk Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bali, hingga Sorong.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2