Pernikahan Bisa Jadi Gerakan Lingkungan, Ini Beberapa Buktinya

Klikhijau.com โ€“ Saya masih ingat hari itu, Sabtu, 17 Maret 2018 merupakan hari sakral bagi Direktur Utama, PT. Mitra Hijau Asia, Riory Rivandy, Riory Rivandy (Rio). Ia mengikat kekasihnya Andi Gabriel...

Pernikahan Bisa Jadi Gerakan Lingkungan, Ini Beberapa Buktinya
Bacakan Artikel

โ€œHari ini secara resmi putri kami menikah dengan pria pilihannya. Salah satu mas kawinnya 2 pohon mangga serta langsung ditanam di halaman Masjid Islamic Center Balikpapan. Terima kasih atas doa restu warga kota,โ€ tulis Rizal Effendi di Instagramnya.

Pernikahan denga mahar pohon juga pernah terjadi di tahun 2009 lalu, yakni saat Girindra Rangkuti dan Sitti Samrotul Fuadah melangsungkan pernikahan.

Pernikahan kedua sejoli itu disaksikan langsung Menteri Kehutanan saat itu, yakni MS Ka'ban, di Desa Cimayang, Bogor, mas kawinnya berupa 500 bibit pohon jati unggulan.

[irp posts="3714" name="Antara Pemilih Tak Peduli Lingkungan dan Politikus yang Berpihak pada Cukong"]

Selain menjadikan pohon sebagai souviner dan mahar pernikahan. Di beberapa daerah di Indonesia telah membuat aturan bagi calon pengantin, yakni wajib menanam pohon sebagai syarat pernikahan warganya

Di Lembang (desa) Uluway, Tana Toraja, misalnya. Kabupaten yang sedang dicanangkan jadi kabupaten kopi itu, memiliki aturan pernikahan yang unik.

Menanam pohon syarat pernikahan

Pemerintah Lembang Uluway telah membuat Peraturan Lembang (Perlem) tentang Pernikahan. Pada peraturan itu tertera, setiap warga Uluway yang hendak melangsungkan pernikahan diwajibkan menanam minimal 100 batang bibit kopi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: