Peringatan Tsunami Gempa M7,7 di Flores Berakhir, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Informasi Resmi

Peringatan Tsunami Gempa M7,7 di Flores Berakhir, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Informasi Resmi
Peringatan Tsunami Gempa M7,7 di Flores Berakhir, BMKG Minta Warga Tetap Pantau Informasi Resmi
Bacakan Artikel

Sementara status Waspada diberlakukan di sejumlah wilayah lainnya. Di NTT, wilayah tersebut antara lain Pulau Ende, Pulau Sikka, dan Flores Timur bagian utara. Di NTB, peringatan mencakup Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, dan Dompu bagian utara.

Peringatan Waspada juga mencakup Kota Baubau di Sulawesi Tenggara serta sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Selatan, yakni Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, dan Kota Palopo.

Estimasi waktu tiba gelombang ketika peringatan dikeluarkan bervariasi. Pulau Ende diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang lebih awal menerima gelombang, sekitar pukul 05.03 WIB. Sementara wilayah seperti Luwu dan Kota Palopo diperkirakan berada pada rentang sekitar pukul 06.36 hingga 06.41 WIB.

Dalam peringatannya, BMKG menegaskan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda dengan estimasi. Gelombang pertama juga belum tentu merupakan gelombang terbesar.

Situasi kemudian berkembang hingga akhirnya peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir. Dengan berakhirnya peringatan tersebut, status potensi tsunami yang dikeluarkan akibat gempa M7,7 tersebut tidak lagi berlaku, kecuali terdapat informasi baru dari sistem peringatan dini.

Berakhirnya peringatan menjadi penanda perubahan situasi dari fase kewaspadaan tsunami menuju pemantauan pascagempa. Namun, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan informasi resmi karena kondisi kebencanaan dapat diperbarui berdasarkan hasil pemantauan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: