Perihal Restorasi Terumbu Karang, Manfaat, dan Ancaman yang Mengintainya

Klikhijau.com – Belum lama ini, ada satu program yang dilakukan di Bali, yakni Coral Reef Garden (CRG) atau restorasi terumbu karang . Banyak harapan yang mengiringi program itu. Salah satunya adal...

Perihal Restorasi Terumbu Karang, Manfaat, dan Ancaman yang Mengintainya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Banyak  jenis makhluk hidup di laut yang tinggal, mencari makan, berlindung, dan berkembang biak dalam ‘rahim’ terumbu karang, seperti   crustacea, siput dan kerang-kerangan, bulu babi, anemon laut, teripang, bintang laut dan leli laut, ikan–ikan kecil, ular laut, penyu laut, ganggang dan juga alga.

Selain itu, juga menjadi rumah bagi ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dan lainnya. Sederhananya  terumbu karang merupakan sumber keanekaragaman hayati yang tinggi.

Ia bisa juga bermanfaat sebagai  pelindung bagi ekosistem yang ada di sekitarnya, misalnya pada ekosistem fungsi hutan bakau, dan juga melindungi pantai dan daerah pesisir dari ombak besar.

Tidak hanya  jadi rumah bagi biota laut, tapi  juga bisa menjadi destinasi wisata bahari karena memiliki  keindahan bentuk dan warna yang menakjubkan. Dapat pula dimanfaatkan untuk penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Ancaman terumbu karang

Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000 km.  Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbukarang pertama di dunia.

Di samping itu, Indonesia juga menjadi negara dengan tingkat kerusakan terumbuh karang yang tinggi. Banyak faktor yang menyebabkannya, di antaranya adanya pencemaran yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hal lain yang merusak adalah masih adanya penangkapan ikan berlebih dan merusak. Penangkapan itu menggunakan bahan peledak dan  racun yang dapat menghancurkan terumbu karang.

Apakah ancamannya hanya terbatas di situ saja. Rupanya tidak, faktor lainnya adalah massifnya pembangunan di wilayah pesisir secara global. Hal ini merampas hak hidup terumbu karang.

Dan fakto yang sulit terhindarkan adalah  perubahan iklim. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 2020 Ocean Sciences Meeting, memprediksi bahwa habitatnya kemungkinan akan punah pada 2100.

Penyebab utamanya  adalah perairan yang semakin menghangat dan pengasaman laut--keduanya merupakan hasil perubahan iklim yang disebabkan manusia.

Para penelitimengatakan, dalam dua dekade mendatang, kita bisa kehilangan 70-90 persen terumbu karang di dunia, sebuah statistik yang sangat mengkhawatirkan.

Bahkan para peneliti memperkirakan pada tahun 2045 sebagian besar terumbu karang di dunia sulit direstorasi seperti yang dilakukan di Bali.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2