Perihal Investigasi Greenpeace, Dirjen Gakkum KLHK: Itu Video Tahun 2013

Klikhijau.com – Belum lama ini, sebuah video berisi investigasi Greenpeace mengenai aksi pembukaan lahan sebuah perusahaan sawit di Papua dengan cara membakar hutan. Video ini telah beredar luas melal...

Perihal Investigasi Greenpeace, Dirjen Gakkum KLHK: Itu Video Tahun 2013
Bacakan Artikel

Dirjen Gakkum KLHK menegaskan bahwa perusahaan manapun yang melanggar dan terbukti melakukan tindakan pembukaan lahan secara ilegal akan ditindak tegas oleh negara.

Rasio Ridho juga menegaskan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang berada di bawah grup Korindo telah disanksi akibat pelanggaran yang menyebabkan kebakaran hutan di area garapannya.

“Ada bahkan yang dibekukan izinnya. Juga beberapa perusahaan Malaysia, Singapura, termasuk perusahaan-perusahaan Indonesia,” tegas Rasio.

KLHK melalui Dirjen Gakkum juga menjelaskan bahwa hampir seluruh pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit di Papua dan Papua Barat tidak diberikan di pemerintahan sekarang, tetapi di era sebelumnya.

Isi video investigasi Greenpeace

Video investigasi Greenpeace kemudian dishare oleh BBC News Indonesia pada 12 November 2020, berdurasi 5:29 menit. Dimulai dengan testimoni seorang warga lokal pemilik ulayat yang menyesalkan tindakan perusahaan yang membakar hutan.

“Saya menangis, saya bertanya di mana roh leluhur saya tinggal kalau hutan kami sudah dibongkar habis?” ucapnya menyesalkan.

Greenpeace mengutuk keras aksi perusahaan grup Korindo sebagai tindakan pelanggaran hukum. Hal itu dikatakan Kiki Taufik dari Greenpeace Indonesia dalam pernyataanya di video singkat tersebut.

“Dalam investigasi ini kami ingin menunjukkan bahwa mereka terbukti menggunakan api dalam pembukaan hutan. Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup di Indonesia, hal itu tidak dibenarkan,” tegas Kiki.

Di video tersebut juga dikatakan bahwa pihak perusahaan menuding pelaku pembakaran justru warga lokal yang melakukan perburuan tikus tanah. Namun, warga sekitar area konsesi, di Kampung Tagaepe dan Nakias menyampaikan fakta berbeda.

“Kebakaran sudah bertahun-tahun terjadi, bermula saat mereka mulai membuka lahan. Batang-batang kayu mereka kumpul terus ditumpuk tinggi baru disiram dengan solar lalu dibakar,” kata Mahuze, seorang warga lokal Papua dalam video.

Hal senada dikatakan, Esau Kamuyen (warga desa) yang juga memberi testimoni dalam video, “Sisa-sisa kayu yang tidak dipakai, dibakar. Tertutup ini dunia ini. Penuh asap ini, apalagi kalau sudah sore,” ucapnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2