Perhutanan Sosial Mampu Keluarkan Masyarakat dari Jerat Kemiskinan, Benarkah?

Klikhijau.com – Tiga universitas Indonesia menyimpulkan bahwa perhutanan sosial berpengaruh  secara signifikan pada masyarakat. Ketiga Universitas itu adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Lampu...

Perhutanan Sosial Mampu Keluarkan Masyarakat dari Jerat Kemiskinan, Benarkah?
Bacakan Artikel

"Intinya bisnis plan ini mampu meyakinkan pemberi modal untuk mau memberikan modal juga memastikan adanya akses pasar untuk produk dari hutan sosial, ini yg akan membuat usaha hutan sosial bisa berkelanjutan", ujar Bambang.

Bambang juga menambahkan bahwa berdasarkan data sampai tanggal 1 April 2019, distribusi akses legal hutan sosial telah mencapai seluas 2.613.408 hektar yang dikelola oleh 5.572 kelompok yang melibatkan 656.569 kepala keluarga. Luasan tersebut termasuk penetapan areal hutan Adat seluas 32.791 hektar untuk 49 komunitas/lembaga adat.

Prof Mudrajad sendiri berujar bahwa perhutanan sosial yang berbentuk HKm sangat memerlukan adanya kemitraan agar semakin memperbesar pendapatan dari usaha perhutanan sosial.

"Analisis regresi membuktikan bahwa kemitraan berpengaruh positif terhadap pendapatan. Jenis kemitraan yang telah dilakukan berupa penyuluhan, pelatihan, membeli produk, memberi bantuan modal, dan pendampingan," ujar Profesor Mudrajad.

Profesor Mudrajad menambahkan bahwa kendala yang banyak dihadapi kelompok HKm adalah kombinasi dari terbatasnya akses bahan baku, akses modal, akses pasar, dan peralatan yang belum modern.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: