Pentingnya Harmonisasi Standar Pengelolaan Kehutanan di ASEAN
Klikhijau.com - ASEAN Working Group on Forest Products Development (AWG-FPD) ke-27 jadi cerita tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya Indonesia bertindak sebagai Chairperson atau ketua pada pertemuan....
Klikhijau.com - ASEAN Working Group on Forest Products Development (AWG-FPD) ke-27 jadi cerita tersendiri bagi Indonesia.
Pasalnya Indonesia bertindak sebagai Chairperson atau ketua pada pertemuan. AWG-FPD merupakan salah satu rangkaian dari the Twenty-Seventh ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF27) and its related meetings yang diselenggarakan pada 15-19 Juli 2024 di Bogor.
Agenda tersebut dihadiri oleh delegasi Negara Anggota ASEAN, Delegasi dari Timor Leste, Sekretariat ASEAN, Negara Mitra ASEAN, dan organisasi internasional.
Kesempatan sebagai ketua pertemuan, dimanfaatkan oleh Indonesia dengan menegaskan pentingnya standardisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan pengelolaan hutan lestari dan mengoptimalkan pemanfaatan hasil hutan.
[irp]
AWG-FPD sendiri merupakan salah satu dialog regional untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan pemasaran hasil hutan. Sesuai dengan moto ASEAN “Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian LHK, Dida Mighfar Ridha dalam sambutannya mengatakan, harmonisasi standar khususnya di ASEAN, akan menjadi isu strategis yang perlu dibahas pada pertemuan ini.
"Pertemuan ini memiliki visi yang sama untuk meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan dan pemanfaatan hasil hutan yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan," katanya, Senin, 15/7/2024
Dida menambahkan, pengelolaan hutan tidak hanya mencakup aspek pengelolaan hulu saja, namun mencakup pemanfaatan hasil hutan kayu dan bukan kayu secara lestari serta jasa lingkungan.