Pemerintah Serius Tidak Sih Mengatur Kendaraan di Kota?
Klikhijau.com - Setiap Hari Minggu, di Makassar sebagaimana barangkali di banyak kota-kota besar di Indonesia yang kemudian coba diikuti beberapa kota kecil di daerah, selalu ada Car Free Day (CFD). H...
Klikhijau.com - Setiap Hari Minggu, di Makassar sebagaimana barangkali di banyak kota-kota besar di Indonesia yang kemudian coba diikuti beberapa kota kecil di daerah, selalu ada Car Free Day (CFD). Hari di mana pada jam tertentu, biasanya pagi sampai menjelang siang, mobil tidak diperkenankan melintas di jalanan tersebut.
Setiap Hari Minggu pagi, warga tumpah tuah ke jalanan dengan berbagai kegiatan. Ada yang main skateboard, ngaji on the street, buka lapak, sampai penggalangan dana.
CFD diklaim sebagai satu kebijakan pemerintah (public policy) yang mendukung lingkungan bersih dari polusi udara. Polusi yang tentu banyak disebabkan oleh kendaraan. Tak jarang kebijakan atau aturan seperti ini akan dipolitisasi dan seterusnya.
Tentu kebijakan seperti ini patut diapresiasi. Namun, di satu sisi yang lain, kebijakan ini seperti hanya kali nol. Jika memang pemerintah serius mengeluarkan kebijakan pro-lingkungan lalu kenapa tidak mengatur saja pintu masuknya.
[irp]
Semakin banyaknya mobil yang menyesaki kendaraan, terutama di Makassar, tentu tak lepas tidak adanya aturan yang ketat soal pembelian mobil. Tidak sulit membeli mobil hari ini. Anda punya uang belasan juta, Anda sudah bisa menyetir mobil baru.
Kreditnya bisa diangsur-angsur. Alhasil, dalam satu rumah, bisa jadi ada 3 bahkan 5 mobil. Jumlah yang belum tentu tertampung garasi. Jika garasinya ada.
Setiap tahun ada sekira lebih 10 persen pertumbuhan kendaraan baru, namun hanya satu persen pertambahan jalan. Dari sini sudah ada ketimpangan. Kemudian ditambah dengan mudahnya mengeluarkan mobil. Jalanan yang begitu-begitu saja, sementara kendaraan yang terus bertambah tentu menyebabkan kemacetan, polusi udara, dan dampak sosial yang lain.