Pelaku Industri Kayu di Sulsel Menjerit di Masa Pandemi, Minta Bantuan Modal ke Pemerintah

Klikhijau.com - Para pelaku industri kayu di Sulawesi Selatan mengalami kondisi sangat sulit akibat dampak Covid-19. Mereka mengharapkan pertolongan pemerintah dengan berupa bantuan modal, akses pasar...

Pelaku Industri Kayu di Sulsel Menjerit di Masa Pandemi, Minta Bantuan Modal ke Pemerintah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Para pelaku industri kayu di Sulawesi Selatan mengalami kondisi sangat sulit akibat dampak Covid-19. Mereka mengharapkan pertolongan pemerintah dengan berupa bantuan modal, akses pasar, keterampilan inovatif dan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang tidak jadi beban tetapi memberi nilai tambah.

JURnaL Celebes yang sedang melaksanakan program pemantauan hutan dan peredaran kayu di Sulawesi Selatan menilai kondisi ini akan berdampak ganda yakni ancaman kelanjutan industri kayu, serta upaya penegakan hukum dan regulasi tata kelola kehutanan berkelanjutan.

Karena itu, JURnaL Celebes berharap pemerintah mengambil langkah strategis, bukan hanya insentif jangka pendek selama masa pandemi. Dukungan yang membuat industri kayu bisa bertahan dan bangkit dengan ketersediaan bahan baku yang legal berkelanjutan.

Data yang dihimpun JURnaL Celebes mengungkap bahwa dari hasil 25 industri kayu besar, sedang, dan kecil, yang dipantau, tak satu pun mendapatkan batuan insentif pemerintah bagi UMKM di masa pandemi.

“Industri kehabisan modal dan kesulitan memperoleh bahan baku. Tetapi di sisi lain kami juga menemukan kejahatan pembalakan liar meningkat signifikan di masa pandemi. Jangan sampai industri kayu bangkrut, sementara hutan kita pun habis,’’ jelas Mustam Arif, Direktur JURnaL Celebes dalam acara seri jumpa media dengan topik ‘’Pelaku Industri Kayu Minta Pertolongan Pemerintah Atasi Dampak Covid-19 dan Perbaiki Sistem Verifikasi Legalitas Kayu’’ di Kafe Baca, Makassar, Sabtu (19/6/2021).

Sebelumnya, JURnaL Celebes merilis hasil pemantauan bahwa pembalakan liar (illegal logging) di Sulawesi Selatan meningkat hingga 70 persen dibanding masa sebelum Covid-19.

Sementara dalam  pemantauan industri, JURnaL Celebes juga menemukan industri kayu di Sulawesi Selatan anjlok.

Pendapatan industri kayu merosot antara 30 sampai 70 persen di masa pandemi. Di Makassar ada industri kayu besar yang bangkrut, dan beberapa perusahaan berhenti sementara, dan hanya beroperasi dalam waktu tertentu.

Karena itu, akhir Mei 2021 lalu, JURnaL Celebes yang didukung Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) melalui Program FLEGT (Forest Law Enforcement Governance and Trade), mengundang sejumlah pelaku industri di Sulawesi Selatan melakukan workshop.

Termasuk pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Sulawesi Selatan dan Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian dan Kayu Olahan Indonesia/Indonesian Sawmill and Wood Working Association (ISWA) Sulawesi Selatan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2