Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Patok di Tengah Petak Sawah

Puisi-puisi Rusdin Tompo Patok di Tengah Petak Sawah setiap kali tanah dipatok tik tok jarum jam menghitung waktu kekalahan terbayang berpetak-petak sawah lenyap berganti wajah burung belalan...

Oleh Idris Makkatutu 11 Jan 2019 22:42 2 menit baca
Puisi-puisi Rusdin Tompo

Patok di Tengah Petak Sawah

setiap kali tanah dipatok tik tok jarum jam menghitung waktu kekalahan terbayang berpetak-petak sawah lenyap berganti wajah burung belalang kodok keong wereng belut ular jangkrik kehilangan rumah subur bulir padi tinggal kenang yang patah tak ada lagi seruling anak gembala tak ada riang lagu panen menyaput cakrawala caping koyak dibawa arus sungai yang coklat keringat petani mengering kecut di badan setiap kali patok ditanam pengembang aku hanya bisa geram tunas hijau tak lagi disemai tinggal risau bergelegak menemani ragam puspa sahabat alam terusir bunga kenikir bunga matahari okra tapak dara kembang kertas lenyap tanpa bekas ekosistem poranda dibenam timbunan di sana, jelas terbaca akan berdiri proyek perumahan di sudut lain, petani melipat rapi nestapa sembari menghitung sisa hidupnya. Gowa, 1 Desember 2018 -----------------------------------------------

Deru Desaku

pasir-pasir kau angkut tanah kau keruk kau tinggalkan lubang menganga tapi bukan kubangan untuk sapi-sapi warga kau ramaikan desa kami dengan barisan truk suasana alami berganti hiruk-pikuk tak lagi kudengar kambing mengembik hilang suara jangkrik sejak ramai tambang pohon-pohon satu-satu tumbang pisang, ubi, jagung, pepaya rata ditebang gemulai ilalang dianggap penghalang derau angin berganti sabetan parang deru mesin eskavator sibuk sejak pagi hingga petang tak lagi kulihat kumbang tak lagi kutemui kembang lenyap sudah keindahan pandang kini air sungai keruh alirnya penuh oleh buangan keluh. Makassar, 16 November 2018 ---------------------------------- [irp]
Tentang Penulis
Rusdin Tompo. Lahir di Ambon, 3 Agustus 1968. Alumnus Fakultas Hukum UNHAS ini pernah menjadi jurnalis radio, sebelum kemudian dikenal sebagai aktivis hak anak. Lelaki penyuka seni ini sehari-hari memiliki karir berantai, selain fasilitator untuk Sekolah Ramah Anak (SRA), juga berprofesi sebagai penulis/editor buku. Rusdin Tompo telah menerbitkan beberapa buku puisi, yakni “Tuhan Tak Sedang Iseng” (Rayhan Intermedia, 2014), “Sehimpun Puisi Mantera Cinta” (Liblitera, 2016), “Menculik Puisi” (Garis Khatulistiwa, 2017), dan beberapa antologi bersama. Rusdin Tompo pernah menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan (2011-2014), dan kini menjadi host “Beranda Pak RT” di RRI Pro 1 Makassar. Kontak dengan penulis bisa melalui e-mail: rusdin.tompo@gmail.com, Instagram: rusdintompo, twitter @RusdinTompo dan mobile phone 081247498687.[] [irp]
Topik terkait
#puisi #literasi hijau #pegiat literasi #kampanye hijau dengan sastra #cinta literasi #rusdin tompo