Pasar Luar Negeri Semakin Percaya Produk Kayu Indonesia

Klikhijau.com - Sejak Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) terbentuk di Indonesia.  Produk kayu Indonesia semakin mendapat tempat di negara lain, khususnya Inggris. Sistem ini merupakan  sistem...

Pasar Luar Negeri Semakin Percaya Produk Kayu Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Sejak Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) terbentuk di Indonesia.  Produk kayu Indonesia semakin mendapat tempat di negara lain, khususnya Inggris.

Sistem ini merupakan  sistem lacak balak dari hulu hingga hilir yang telah diakui secara internasional. Pemberlakuakn  SVLK  sangat penting. Apalagi Indonesia adalah satu-satunya negara penghasil kayu tropis di dunia.

Maka kehadiran  SVLK  berfungsi untuk memastikan produk kayu dan bahan bakunya diperoleh atau berasal dari sumber yang asal-usulnya dan pengelolaannya memenuhi aspek legalitas.

Kayu disebut legal bila asal-usul kayu, izin penebangan, sistem dan prosedur penebangan, pengangkutan, pengolahan, dan perdagangan atau pemindahtanganannya dapat dibuktikan memenuhi semua persyaratan legal yang berlaku.

Alue Dohong, Wakil Menteri LHK menggarisbawahi peran SVLK telah berhasil membantu dalam memangkas penebangan dan perdagangan kayu liar.

Tidak hanya itu, juga  memberikan manfaat ekonomi secara nasional. Terlebih kredibilitas dan penerimaan sistem SVLK di pasar kayu internasional diterima dengan baik.

Penerimaan itu tidak terlepas dari komitmen seluruh stakeholders dalam pelaksanaan verifikasi dan sertifikasi, termasuk oleh komunitas kehutanan dan lembaga sertifikasi.

“Sekarang, 100% ekspor kayu dari Indonesia bersumber dari rantai pasokan yang diaudit secara independen. Itu mencakup industri hilir dan hutan sebagai hulunya di seluruh negeri,” ujar Wamen Alue pada webinar dalam webinar “UK Market Update for FLEGT Timber Product: Indonesia’s Timber as Sustainable Partner for UK Market”, Rabu, 23 September 2020 lalu.

Nilai ekspor meningkat

Pada tahun 2019, nilai ekspor produk industri kehutanan Indonesia  mencapai mencapai USD 11,6  miliar ke seluruh dunia.

Data itu menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat sejak implementasi SVLK tahun 2013. Sementara itu, proporsi illegal timber menurun dari 80% sebelum implementasi SVLK menjadi 29,1% tahun 2019.

Khusus untuk ekspor ke Inggris/United Kingdom (UK), sejak November 2016 hingga pertengahan September 2020, lebih dari 27.500 dokumen telah diterbitkan sekitar 730.000 ton, senilai hampir USD 1 miliar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2