Pasar Luar Negeri Semakin Percaya Produk Kayu Indonesia

Klikhijau.com - Sejak Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) terbentuk di Indonesia.  Produk kayu Indonesia semakin mendapat tempat di negara lain, khususnya Inggris. Sistem ini merupakan  sistem...

Pasar Luar Negeri Semakin Percaya Produk Kayu Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Tahun lalu saja, kami mengekspor USD 350 juta produk kayu dari Indonesia ke Inggris. Kami menghargai kepercayaan Pemerintah Inggris tersebut, terhadap produk kayu kami,” kata Wamen Alue.

Selama dua dekade terakhir Inggris telah bekerjasama dengan Indonesia melalui Minister of State for Pacific and the Environment

Lord Goldsmith dari Minister of State for Pacific and the Environment menyambut baik kerja  tersebut. Khususnya  dalam mengembangkan standar compliance yang kuat untuk kayu berkelanjutan.

“Sistem legalitas verifikasi kayu Indonesia menunjukkan perdagangan dan pembangunan serta pengelolaan hutan berkelanjutan dapat berjalan beriringan,” ucapnya.

Mengurangi deforestasi

Sistem verifikasi nasional Indonesia,menurut  Lord Goldsmith  telah turut mengurangi deforestasi dan penebangan kayu liar selama 3 tahun terakhir.

Saat ini tercatat terdapat 24 juta ha lahan hutan dan dengan 3000 pelaku usaha telah tersertifikasi SVLK.

Importir Inggris yang diwakili oleh Timber Trade Federation dan British Retail Consortium menyampaikan mengenai meningkatnya kepedulian konsumen terhadap produk yang legal dan berkelanjutan.

Khusus pasar Inggris, secara umum suka dengan kayu bersertifikasi karena mempermudah proses impor serta memiliki story value bagi konsumen yaitu produk kayu Indonesia ramah bagi lingkungan hidup.

FLEGT juga merupakan framework yang penting bagi retailers di Inggris karena menekankan transparansi.

Semakin banyak konsumen Inggris yang mengadopsi “ethical purchasing”, yakni mengharapkan legalitas dalam produk kayu, memastikan sumber produknya, serta jaminan produk yang dibeli tidak menyebabkan deforestasi.

Konsumen Inggris bahkan rela membeli produk tersertifikasi sustainable dengan harga premium.

"Dengan perubahan perilaku ini, para importir berharap Pemerintah Inggris dapat memberikan insentif bagi penggunaan kayu berkelanjutan oleh industri kayu Inggris, seperti yang telah diterapkan di sektor lainnya terkait lingkungan hidup, yaitu kendaraan listrik," kata Alue

Sementara itu, Charge d'Affaires KBRI London Duta Besa,  Adam M. Tugio menegaskan kriteria legalitas dan keberlanjutan pada produk kayu ekspor Indonesia menjadikan Indonesia sebagai low risk source of tropical timber.

Ditegaskan pula komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung upaya untuk melakukan continuous improvement terhadap SVLK serta promosi SVLK sebagai norma tidak hanya di negara yang menerapkan FLEGT sebagai standar namun juga di negara-negara dimana FLEGT belum menjadi norma baku impor kayu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2