Parongpong, Menyulap Spanduk Sisa Kampanye Menjadi "Trash Bag"

Klikhijau.com - Pesta demokrasi akan segera usai. Tetapi, beban sampah kampanye belum sepenuhnya tuntas. Sampah Alat Peraga Kampanye (APK) mewarnai lingkungan kita. Selain tak elok dipandang, sampah k...

Parongpong, Menyulap Spanduk Sisa Kampanye Menjadi "Trash Bag"
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Pesta demokrasi akan segera usai. Tetapi, beban sampah kampanye belum sepenuhnya tuntas. Sampah Alat Peraga Kampanye (APK) mewarnai lingkungan kita. Selain tak elok dipandang, sampah kampanye itu berpeluang terbengkalai begitu saja.

Semenjak masa tenang hingga pemilihan umum ini usai, spanduk promosi atau yang biasa disebut dengan kampanye akan menjadi masalah baru. Tumpukan sampah yang tidak terpakai lagi menambah kesan kumuh di sudut jalanan setiap kota.

Tetapi, inovasi komunitas ini agaknya layak ditiru. Yah, namanya 'The Trash Bag Project', sebuah program yang digagas oleh Parongpong, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah merupakan solusi pengurangan tumpukan sisa-sisa spanduk kampanye yang ada.

Melalui akun instagramnya, @parong.pong mengajak masyarakat untuk mengumpulkan spanduk sisa-sisa kampanye sebagai upaya pengurangan penggunaan barang sekali pakai.

Parongpong, perusahaan yang berbasis di Bandung Barat ini, memiliki dua titik pengumpulan spanduk yaitu di Jakarta dengan alamat Jalan Hayam Wuruk no 28, RT 014/RW 001, Gambir, Jakarta Pusat dan di Bandung dengan alamat Jalan Dago Pojok 60, Bandung.

Spanduk kampanye pemilu itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai material pembuatan wadah usaha pengelolaan sampah untuk acara Happiness Festival 2019. Kegiatan tersebut akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 27-28 April 2019.

Kami ingin menunjukkan bahwa #ZeroWasteEvent itu mungkin dan bisa dilakukan asal persiapannya matang. Sampah tidak akan tercipta jika semua material kita manfaatkan sebaik-baiknya, tambah akun @parong.pong.

Perusahaan yang terletak di Jalan Dago Pojok No. 60, Bandung ini menjelaskan bahwa maksud dari diselenggarakannya kegiatan ini yaitu daripada memakai raw material, mereka lebih memilih untuk menggunakan spanduk yang tidak terangkut untuk dimanfaatkan sebagai trashbag yang multi pakai.

Trashbag  yang berasal dari spanduk yang tidak terangkut nantinya akan dibuat menyerupai dry bag yang biasanya digunakan penyelam untuk melindungi isi tas dari air.

Bekerja sama dengan teman-teman difabel CSR @softtex_id, kami akan menjahit material tak terpakai ini menjadi kantong sampah multi pakai untuk sampah residu yang kelak akan diolah menggunakan hydrothermal reator kreasi @golimbah (yang merupakan rekanan dari @parong.pong, tulis akun tersebut pada Rabu, 10 April 2019.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2