Parongpong, Menyulap Spanduk Sisa Kampanye Menjadi "Trash Bag"

Klikhijau.com - Pesta demokrasi akan segera usai. Tetapi, beban sampah kampanye belum sepenuhnya tuntas. Sampah Alat Peraga Kampanye (APK) mewarnai lingkungan kita. Selain tak elok dipandang, sampah k...

Parongpong, Menyulap Spanduk Sisa Kampanye Menjadi "Trash Bag"
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Ide penggunaan spanduk kampanye bekas sebagai tempat sampah berawal dari keinginan menghadirkan tempat pengumpul sampah selain plastik dalam acara Happiness Festival mendatang.

Penggunaan plastik sampah sekali pakai dalam acara itu tak sejalan dengan tema utama acara, yakni soal sustainability.

"Kalau pakai plastik, nanti plastik yang dibutuhkan banyak sekali. Kalau pakai spanduk, lebih kuat dan bisa dipakai berkali-kali," tambah akun tersebut. Pihak Parongpong sengaja bekerja sama dengan salah satu produsen pembalut untuk menjahit spanduk bekas menjadi tas.

Pasalnya, mereka memiliki jejaring yang biasa membuat produk serupa sebagai gift sebelumnya.
Pihak penyelenggara program yang berasal dari Perusahaan Parongpong menegaskan bahwa tidak akan ada kompensi bagi masyarakat yang menyerahkan spanduk sisa-sisa kampanye. Apalagi trashbag yang akan dihasilkan bukan untuk diperjualbelikan.

Kalau kita punya sampah, tapi tidak bisa mengolahnya, justru kita yang menyerahkan harusnya membayar. Batas pengumpulan spanduk yaitu tanggal 17  20 April 2019, kata dia.

Project yang diselenggarakan Perusahaan Parongpong ini adalah dengan tujuan pengurangan sampah plastik yang semakin menggunung di Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2