Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Pada Banyak Hal, Aku Ingin

kantuk tiba, lelah pada matamu akar bambu. menahan longsoran putus asa. kalimat panjang berderet di kepala. kertas terletak retak di lantai kos. napas nyaris keropos. masa depan, pertanyaan panja...

Oleh Idris Makkatutu 23 Feb 2020 01:21 2 menit baca
kantuk tiba, lelah pada matamu akar bambu. menahan longsoran putus asa. kalimat panjang berderet di kepala. kertas terletak retak di lantai kos. napas nyaris keropos. masa depan, pertanyaan panjang yang berakhir dengan pertanyaan baru. ada kamu di sana, bertarung melawan segala angin. tubuhmu pohon pinus di ketinggian melawan gigil. kau tangguh pada semua cerita, dan keraguan yang di sematkan musim pada pohon di tubuhmu. kau akan berjalan ke gunung, ke pantai, ke halaman sebuah rumah. malam terus saja liar. memanah kemalasan, kau masih harus terjaga, aku menjaga pada doadoa. tak ada jarak dalam doa cinta [irp] kerap aku ingin jadi film paling menarik untukmu. tiap adegan betah di ingatan atau namaku adalah lagu yang kau nyanyikan jelang tidur. aku juga ingin jadi puisi atau teori dalam makalahmu. kau paparkan di depan kelas dengan cemas sedikit malumalu, seperti kelak ketika kau bertemu ibuku. Kerap pula aku ingin jadi lembah hijau, gunung menjulang di mana kehidupan merayakan dirinya sendiri dan kau menghirup semua napas ke dadamu, menghembuskannya lembut ke bibirku kantuk menjenguk matamu. masa depan membentang jauh di pikiran. kau akar bambu, kau pohon pinus itu, angin hanya datang membelai, tak merobohkan. kerap aku ingin menjadi banyak hal untukmu, tapi kemudian luruh. tanggal satu demi satu. di mana aku ingin menjadi bukan siapa siapa untukmu selain cinta.
Penulis lahir di Kindang, Bulukumba sekian tahun lalu. Menulis puisi dan cerpen adalah kesukaannya.
[irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #sastra ekologi #sastra lingkungan #akar bambu #doa cinta