Oyong, Si Bulat Panjang yang Enak dan 2 Kandungan Ajaibnya

Klikhijau.com - Pernah mengonsumsi oyong? Rasanya enak dan kandungannya ajaib. Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb) biasanya menjadi salah satu isian sop atau sayur bening. Nama lain tanaman ini adal...

Oyong, Si Bulat Panjang yang Enak dan 2 Kandungan Ajaibnya
Bacakan Artikel

Buah oyong berbentuk bulat panjang dengan bagian pangkal kecil. Buahnya berukuran panjang 15 cm – 60 cm, lebar 5 cm – 12 cm dengan diameter 5 cm – 8 cm. Tiap buah berbiji banyak, bentuk biji gepeng, berwarna hitam dan rasanya pahit. Tiap biji berukuran panjang 0,6-0,8 cm dan lebar 0,5-0,6 cm dengan struktur kulit agak keras (Rukmana, 2000).

Buah yang sudah tua berwarna hijau kecoklatan hingga kuning coklat, dan kulit biji berwarna hitam dan keras. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Sabut ini sering digunakan sebagai spons (Stephens, 2003).

Kandungan bermanfaat

Kandungan kimia pada buah oyong antara lain karbohidrat, karoten, lemak, protein, asam amino, alanine, arginine, sistin, asam glutamate, glisin, hidroksiprolin, serin, triptofan, asam pipekolat, flavonoid dan saponin.

Dalam buahnya juga terdapat kandungan senyawa yang memberikan rasa pahit yakni luffein.

Mengatasi nyeri sendi dan dada

Berbagai sumber menyatakan buah oyong dapat digunakan mengatasi rematik, nyeri sendi, otot, nyeri dada dan memperbanyak air susu ibu (ASI) serta menghilangkan jaringan kulit mati.

Buahnya secara empiris diketahui memiliki efek diuretik (meluruhkan kemih), menghilangkan bengkak dan dapat menurunkan tekanan darah.

Bagian dari tanaman oyong yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat yaitu buah, biji, daun, akar, dan batangnya. Dalam buku karya H.M. Hembing Wijayakusuma yang berjudul “Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia” (1992), menerangkan bahwa oyong juga efektif menyembuhkan sesak napas dan bisul.

Untuk menyembuhkan sesak napas Anda bisa mengambil lima lembar daun muda oyong kemudian cuci bersih lalu diasapkan sebentar. Setelah proses tersebut daunnya dapat dimakan dengan nasi sebagai lalap. Dianjurkan untuk mengonsumsinya sehari dua kali.

Untuk mengobati bisul dapat memanfaatkan akarnya yang sudah tua. Akar tersebut digodok atau direbus. Air rebusannya kemudian digunakan untuk mengompres bisul.

Pengobatan dengan tanaman oyong tidak dianjurkan khususnya bagi wanita hamil dan yang memiliki fungsi limpa yang lemah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2