Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja

Klikhijau.com – Setiap daerah memiliki tanaman khas yang tumbuh lestari karena menjadi bagian dari budaya lokal. Kearifan lokal (local wisdom) dalam masyarakat membuat tanaman tersebut terjaga. Di Tan...

Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Setiap daerah memiliki tanaman khas yang tumbuh lestari karena menjadi bagian dari budaya lokal. Kearifan lokal (local wisdom) dalam masyarakat membuat tanaman tersebut terjaga. Di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan yang dikenal memiliki budaya yang kental dan terawat, dijumpai pula sejumlah tanaman yang otentik.

Suku Toraja menjadikan tanaman dan pepohonan tertentu sebagai unsur penting dalam kehidupan sosial, pesta adat maupun ritus keagamaan. Berikut 6 diantaranya, tanaman yang berhubungan erat dengan budaya Toraja yang menarik diketahui.



  1. Bambu



[caption id="attachment_12892" align="alignnone" width="448"]bambu di Toraja Hutan bambu-foto/pixabay[/caption]

Bambu di Toraja memiliki manfaat penting bagi kehidupan dan kebudayaan lokal. Terdapat lima jenis bambu di Toraja antara lain: pattung (Dendrocalamus asper), parring (Gigantchloa atroviolacea), tallang (Schvzostachyum brachycladum), ao’ (Bambusa vulgaris) dan bulo.

Pattung merupakan jenis bambu dengan diameter paling besar, sedangkan bulo adalah jenis dengan ukuran paling kecil. Jenis pattung dan parring digunakan suku Toraja dalam jumlah yang banyak untuk ritus penguburan. Juga dimanfaatkan untuk konstruksi bangunan pondok atau rumah sederhana.

Jenis bambu ao dimanfaatkan masyarakat Toraja untuk pagar dan tali pengikat karena karakternya yang cepat tumbuh. Sedangkan bulo digunakan untuk alat musik yakni pembuatan suling. Sementara jenis tallang, yang teksturnya ringan dimanfaatkan sebagai media memasak lemang, daging, nasi bumbu dan sayuran.

Bambu di Toraja sudah menjadi tanaman multiguna yang melengkapi kebutuhan masyarakat. ada kebiasaan orang Toraja menanam bambu mengelilingi rumah tongkonan. Hal ini membuat bambu di Toraja tumbuh subur, meski pelestariannya kini tidak sebaik puluhan tahun silam akibat pemakaian yang lebih massif. Namun, tidak diikuti dengan pelestarian yang berimbang.


  1. Nangka


[caption id="attachment_5288" align="alignnone" width="650"]Nangkada, Ani Yudhoyono dan Kenangan Terindah di Kete Kesu Pohon nangkada/foto-antarafoto.com[/caption]

Almarhum ibu negara, Ani Yudhoyono pernah berkunjung ke Toraja dan menanam pohon nangkada, jenis nangka varian terbaru. Di Toraja, nangka (Artocarpus heterophyllus)  ditanam warga di mana-mana terutama di kebun-kebun.

Daging muda buah nangka dimasak sebagai sayuran dan kalau buahnya sudah masak dapat dikonsumsi dengan rasa khas dan manis. Sedangkan kayunya dimanfaatkan menjadi bagian dari budaya yakni digunakan sebagai bahan patung orang yang sudah meninggal. Patung (tau-tau) yang dipajang di depan pintu kuburan seperti di objek wisata Lemo atau Londa, bahan bakunya dari pohon nangka.

Mereka menggunakan kayu nangka karena warna kayu yang otentik, tidak dimakan bubuk dan memiliki struktur yang halus. Serta kelihatan indah setelah dihaluskan.



  1. Aren



[caption id="attachment_13420" align="alignnone" width="448"]Otentik, 7 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja Pohon Aren-Foto/NusantaraNews[/caption]

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2