Ngeri, Mobil Pengangkut Sampah Harus Antri Berjam-jam di TPA Tamangapa

Klikhijau.com – Antrian panjang mobil pengangkut sampah seolah jadi pemandangan hari-hari di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang Kota Makassar. Pantauan Klikhijau pada Jumat mala...

Ngeri, Mobil Pengangkut Sampah Harus Antri Berjam-jam di TPA Tamangapa
Bacakan Artikel

“Biasa kami yang dimarah-marahi pak karena terlambat jemput sampah. Padahal beginilah situasinya, harus antri setiap hari,” ungkap seorang sopir.

Ketika ditanya mengapa harus antri berjam-jam untuk membuang sampah di TPA, beberapa sopir pun bercerita soal kondisi TPA Tamangapa yang semakin menumpuk. Yah, sejauh ini TPA Tamangapa masih menggunakan sistem open dumping yakni sampah ditumpuk begitu saja.

“Sudah penuhmi sampah pak di dalam, jadi harus digali terus supaya ada tempat membuang lagi. Inimi yang memakan waktu lama pak,” tutur seorang sopir.

Ketika kami masuk lebih dalam ke area pembuangan sampah, beberapa sopir ternyata memberi keterangan berbeda. Mereka justru mengatakan kondisi ini biasa saja. Katanya lancar-lancar saja.

“Biasa memang macet dan antri, tapi kalau musim hujan. Kalau cuaca bagus lancarji,” terang seorang sopir lainnya.

Terkait kondisi armada pengankut sampah di TPA Tamangapa, Mashud Azikin (Inisiator komunitas Manggala Tanpa Sekat) menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah kota mestinya mencari solusi penanganan sampah agar tidak semua sampah harus terbuang ke TPA.

“Bank-bank sampah mestinya lebih diaktifkan. Masyarakat harus aktif memilah sampah. Pemerintah Kota mestinya harus punya komitmen politik yang kuat untuk menangani sampah secara serius,” katanya.

Menurut Azikin, bila sampah di masyarakat terpilah dan dikelola dengan baik, TPA tidak perlu terbebani seperti sekarang.

“Masalah sampah di Makassar sebenarnya sudah selesai kalau kita serius menanganinya. Komposisi sampah misalnya ada 65 persen organik bila diolah menjadi beberapa produk bernilai ekonomi, demikian pula yang anorganik ada 35 persenan yang bisa dijual. Ini sisa tata kelolanya dan bagaimana membangun partisipasi publik dalam bergerak bersama menangani sampah,” tuturnya.

Azikin bahkan menyarankan agar Pemerintah Kota membuka diri untuk melibatkan pihak swasta dalam penanganan sampah. Alasannya, potensi ekonomi sampah di Makassar sangatlah besar kalau dikelola dengan baik.

“Kalau perlu ke depan harus ada TPA yang dikelola swasta dimana sampah ditangani secara baik. Sifatnya bisa konsorsium dimana warga terlibat,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2