Nada Peradaban dengan Nuansa Bambu di Desa Toddopulia Maros
Klikhijau.com -Dusun Bungung-bungung, Desa Toddopulia, Kabupaten Maros, di sanalah suatu kesederhanaan dan kesahajaan tampak dengan jelas. Daerah yang dihuni kurang lebih 60-an KK, bertumbuh pepohonan...
Klikhijau.com -Dusun Bungung-bungung, Desa Toddopulia, Kabupaten Maros, di sanalah suatu kesederhanaan dan kesahajaan tampak dengan jelas. Daerah yang dihuni kurang lebih 60-an KK, bertumbuh pepohonan bambu yang apik. Di sini juga menjadi area Kampoeng Bambu Toddopulia (KBT).
Jauh sebelum Ramadan datang, tiap akhir pekan KBT biasanya didatangi para penikmat alam. Suasana cukup mampu memanjakan mata, menjadi sarana membuang penat.
Di sini pula menjadi tempat seluruh himpunan perasaan berkumpul. Meluapkan getar tekanan yang tak pernah mati. Perjalanan mencatat setiap desiran daun bambu oleh perilaku angin diresapkan bersama.
Saat bulan Ramadan tiba, warga KBT juga melakoni acara buka puasa. Tahun 2021 menjadi spesial karena pertama kali dilakukan dilakukan di Masjid. Masjid ini dibangun atas semangat gotong royong warga.
Di saat menu buka puasa telah tersaji dan mulai menggoda. Rasa penat yang tersisa di siang hari sesudah melakukan aktivitas di sawah menjadi sirna. Membuat perut yang terpana sejak Imsak dengan segera minta diisi.
Buka puasa bersama warga Desa Toddopulia di Masjid yang baru dibangun, bukan sekadar ritual pabbuka dari deretan rutinitas makan yang tak pernah ada habisnya.
[irp]
Menu pabbuka hanya satu simponi kehidupan. Di sini kita tak perlu kemewahan untuk meruntuhkan dinding kesederhanaan. Tak perlu kesombongan untuk menjamah bumi dan isinya.
Sebelum pandemi, tiga tahun lalu (2018) semarak Ramadan pernah menghiasi KBT. "Singara' Rumallang" menjadi even yang mewarnai kemeriahan KBT.
Disamping ada pula ajang lomba qasidah dan da'i cilik yang di adakan oleh HMI Cabang Maros ini, dihadirkan juga permainan atau kebiasaan lama yang mengikuti bulan Ramadhan.
Pentas pawai obor keliling kampung dan permainan meriam bambu ikut menambah kemeriahan. Ajang ini menjadi acara puncak "Singara Rumallang" yang berlangsung selama 3 hari.
[caption id="attachment_20405" align="alignnone" width="576"] Suasana pawai obor di desa Toddopulia 2018 silam - Foto/Ist[/caption]
[irp]