Murang, Tradisi Maskulin di Bulukumba untuk Menjaga Tanaman

Klikhijau.com – Puang Coko memiliki cara tersendiri menjaga dan merawat tanaman dari serbuan hama babi hutan. Tidak hanya menjaga tanamannya, tapi juga ia menemukan cara sembuh dari sakitnya secara...

Murang, Tradisi Maskulin di Bulukumba untuk Menjaga Tanaman
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Puang Coko memiliki cara tersendiri menjaga dan merawat tanaman dari serbuan hama babi hutan.

Tidak hanya menjaga tanamannya, tapi juga ia menemukan cara sembuh dari sakitnya secara ‘ajaib’. Ketika saya berjumpa dengannya bulan lalu. Ia baru saja pulang dari murang.

Dengan girang Puang Coko menceritakan kisahnya. Katanya, ia pernah terancam lumpuh,“Tujuh bulan lebih saya tidak bisa ke mana-mana, tidak bisa jalan,” katanya.

Ketika ia mulai bisa berjalan meski masih terseok. Ia memaksakan diri ikut murang. Banyak sanaknya yang melarang. Namun, Puang Coko tetap membandel.

Maka pada suatu hari, ketik murang digelar kembali. Ia mengambil tombak dan memanggil anjingnya.

Ia mulai berjalan terseok, menyeret kakinya yang belum sembuh benar dari ancaman lumpuh.

“Ketika anjing saya memburu babi, tanpa sadar saya juga ikut mengejar,” terang warga Kahayya itu.

Dan tanpa sadar pula ia telah berada di atas puncak salah satu bukit di Gamacayya, Desa Kahayya, Bulukumba.

Sejak saat itu, ia kembali sembuh, “Gara-gara murang saya kembali sembuh,” lanjutnya.

Murang bagi Puang Coko serupa terapi. Meski belum ada bukti ilmiah jika berlari-lari karena girang bisa menyembuhkan penyakit.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2