Miris, Bulukumba Masuk 18 Daerah Terkontaminasi Mikroplastik di Udara

Klikhijau.com - Teror mikroplastik semakin menjadi-jadi. Ia telah jadi “penghuni” tubuh manusia. Di samping itu, juga menjadi penghuni kota/kabupaten di Indonesia. Menurut hasil riset Lembaga Kajia...

Miris, Bulukumba Masuk 18 Daerah Terkontaminasi Mikroplastik di Udara
Bacakan Artikel

Jenis polimer yang ditemukan di udara lebih beragam dibandingkan yang ditemukan dalam air hujan. Selain lima jenis polimer yang terdeteksi dalam air hujan (Poliester, Nilon, polietilena, polipropilen, dan polibutadien), penelitian ini juga menemukan PTFE, Epoxy, Poliisobutylen (karet sintetis), Poliolefin, dan silika di udara.

Koordinator relawan riset Mikroplastik, Sofi Azilan Aini, mengungkapkan bahwa keberagaman jenis polimer mikroplastik di udara disebabkan oleh kebiasaan membakar sampah plastik yang masih marak dilakukan (57%) akibat buruknya layanan pengelolaan sampah di Indonesia, yang pada akhirnya meningkatkan kadar partikel mikroplastik di udara.

Sofi menambahkan bahwa Jakarta menjadi kota dengan tingkat kontaminasi mikroplastik udara tertinggi di Indonesia, dengan jumlah 37 partikel dalam periode waktu 2 jam. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kota lain seperti Malang, yang hanya memiliki 2 partikel mikroplastik dalam periode waktu yang sama.

Pengambilan sampel di Jakarta dilakukan di Pasar Tanah Abang, Jalan Sawah Besar, dan Kawasan Ragunan. Pasar Tanah Abang, sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara, menjadi hotspot mikroplastik karena kombinasi lalu lintas kendaraan yang padat, penggunaan plastik sekali pakai, aktivitas bongkar-muat barang, serta pelepasan serat sintetis dari pakaian tekstil.

Sebaliknya, kota dengan kelimpahan mikroplastik udara terendah adalah Malang, dengan hanya 2 partikel dalam 2 jam. Hal ini disebabkan oleh rendahnya aktivitas industri dan pembakaran sampah, serta dominasi vegetasi alami.

ECOTON mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengambil langkah-langkah strategis, seperti melarang pembakaran sampah di ruang terbuka, meningkatkan fasilitas pemilahan sampah, melakukan pemantauan berkala terhadap mikroplastik di udara, serta memperkuat kampanye lingkungan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2