Klikhijau.com - Dunia pertanian belum bisa lepas dari jerat penggunaan pestisida. Meski penggunaannya membawa dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.
Semua jenis tanaman yang dapat dikonsumsi m...
Klikhijau.com - Dunia pertanian belum bisa lepas dari jerat penggunaan pestisida. Meski penggunaannya membawa dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.
Semua jenis
tanaman yang dapat dikonsumsi masih sangat umum menggunakan pestisida. Terutama tanaman buah.
Ngerinya, menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal
Nano Letters milik American Chemical Society mengungkapkan, mencuci buah sebelum dimakan tidak ampuh menghilangkan berbagai bahan kimia beracun yang terkandung didalamnya.
Artinya buah yang telah bersentuhan dengan pestisida akan sulit dihilangkan kandungan pestisidanya. Sekalipun telah dicuci sebelum dikonsumsi.
[irp]
Mengonsumsi buah atau
makanan yang terkontaminasi pestisida diduga kuat berpotensi buruk pada kesehatan.
Pamungkas (2016) mengatakan, beberapa jenis pestisida telah diketahui dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara yang lebih berbahaya.
Beberapa jenis pestisida dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk menahan dan melawan infeksi. Ini berarti tubuh menjadi lebih mudah terkena infeksi, atau jika telah terjadi infeksi penyakit ini menjadi lebih serius dan makin sulit untuk disembuhkan
Risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh pestisida telah didokumentasikan dalam beberapa penelitian, tetapi sebagian besar berkaitan dengan paparan akibat pekerjaan, bukan akibat makanan. USDA dan Badan Pengawas Obat dan
Makanan menyatakan bahwa residu pestisida dalam makanan pada umumnya tidak menjadi masalah kesehatan jika masih dalam batas yang diizinkan.
[irp]
Panduan kesehatan
Dilansir dari The Guardian, lada bulan Mei, Consumer Reports menyatakan telah menentukan bahwa 20% dari 59 kategori buah dan sayuran yang berbeda mengandung residu pestisida pada tingkat yang menimbulkan "risiko signifikan" bagi konsumen, berdasarkan analisis data yang dikumpulkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).
Tujuan utama dari makalah yang diterbitkan oleh jurnal Nano Letters milik American Chemical Society adalah untuk berbagi rincian teknis dari sebuah proses yang dikembangkan oleh para penulis untuk meningkatkan deteksi jejak
pestisida dalam makanan.
Menurut penulis makalah, temuan mendasar tentang ketidakefektifan mencuci buah penting bagi konsumen yang mungkin mengandalkan praktik keamanan pangan yang tidak memadai.
“Operasi pembersihan buah tradisional tidak dapat sepenuhnya menghilangkan pestisida”, demikian pernyataan dalam makalah tersebut.
[irp]
Ketika menggunakan teknik ini untuk memeriksa apel, misalnya, para peneliti mengatakan, hasil pencitraan membuktikan bahwa pestisida menembus lapisan kulit ke dalam lapisan daging buah.
Dengan menggunakan teknologi yang mereka kembangkan, penulis mengatakan mereka menemukan kontaminasi pestisida berkurang ketika kulit apel dibuang bersama sebagian lapisan daging buahnya.
“Studi ini, yang berada dalam ranah luas keamanan pangan, berupaya memberikan panduan kesehatan kepada konsumen,” kata Dongdong Ye, seorang profesor di Sekolah Material dan Kimia Tiongkok di Universitas Pertanian Anhui dan penulis makalah tersebut.
“Daripada menimbulkan kekhawatiran yang tidak semestinya, penelitian ini menyatakan bahwa mengupas dapat secara efektif menghilangkan hampir semua residu pestisida, berbeda dengan praktik mencuci yang sering direkomendasikan.”
[irp]
Sementara itu, ilmuwan senior Consumer Reports Michael Hansen mengatakan teknik baru ini dapat membantu akademisi dan ilmuwan pemerintah dalam lebih memahami persistensi pestisida dalam makanan dan cara melindungi
konsumen dengan lebih baik.
“Ini sebenarnya berguna untuk memahami bagaimana pestisida ini masuk,” kata Hansen. “Ini lebih merupakan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa, ya, ada kekhawatiran. Jangan hanya berpikir bahwa mencuci akan membantu Anda.”
Dalam laporan program data pestisida USDA terkini, lembaga tersebut menyatakan bahwa 99% makanan yang diuji memiliki residu yang masih dalam batas aman dan karenanya tidak “menimbulkan risiko bagi kesehatan konsumen dan aman”.
Hal ini berbeda dengan temuan Consumer Reports, yang menganggap batas yang digunakan pemerintah terlalu tinggi.
USDA melaporkan, lebih dari 72% dari lebih 10.000 sampel makanan mengandung residu pestisida yang terdeteksi.
[irp]